PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rasa legit durian susu tidak gampang membuat lidah maniak durian merasa bosan.
Masyarakat di wilayah Kecamatan Pegantenan percaya bahwa durian lokal selalu memiliki cita rasa yang pahit.
Azis mengungkapkan, cita rasa yang khas itu tidak dimiliki daerah penghasil durian lain di Indonesia.
Dia meyakini tanah Pamelingan tercipta secara khusus untuk meracik rasa istimewa dari buah dengan nama latin durio zibethinus itu.
”Kalau dari segi rasa, dijamin tidak akan mengecewakan bagi penikmatnya. Ada banyak yang menyukai durian jenis susu ini. Apalagi dengan harga yang cukup terjangkau, mereka sudah bisa merasakan durian yang berkelas,” ulasnya.
Aluf Alfaini, 21, warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, merupakan satu dari sekian banyak pencinta durian susu.
Dia mengaku sudah beberapa kali mencicipi durian lokal yang dijual di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan itu.
”Saat kali pertama mencicipi durian susu, saya tidak begitu yakin lantaran warna daging durian yang pudar atau pucat. Tetapi, setelah dicoba, justru rasanya manis legit dan juga ada pahit-pahitnya. Saya langsung menyukainya,” tutur Feni.
Menurut dia, putih daging durian susu itu menempel di mulut dengan sedikit serat. Manis legit itu terasa lebih nikmat ketika ditelan.
Tetapi, juga menyisakan rasa pahit di akhir gigitan. Sehingga, tak gampang membuat lidah merasa enek.
”Bagi saya, soal rasa memang terasa manis yang sedang, dengan variasi rasa lain (pahit, Red) di akhir. Durian susu pantas menjadi salah satu varian terbaik,” terang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang itu. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti