PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usaha makanan viral memang sangat menguntungkan.
Sebab, pemasaran penjualan makanan ini sangat cepat laku.
Seperti usaha kanji goreng (jigor) yang dijalankan Rohasiatul Munawarah.
Rohasiatul Munawarah mulai berjualan jigor awal 2024. Kali pertama berjualan karena iseng mencoba menu.
Dari percobaan tersebut, usahanya banyak diminati konsumen. ”Setelah saya coba ternyata banyak peminatnya,” katanya.
Jigor merupakan makanan dari pentol tahu goreng yang dipadukan dengan bumbu dan cabai.
Ciri khas makanan ini adalah penambahan kubis pada pentol tersebut.
Sehingga memberikan cita rasa yang berbeda dengan pentol tahu pada umumnya.
”Sebenarnya jigor ini aslinya cigor atau aci goreng. Cuma, saya ubah jigor biar menggugah,” tambahnya.
Perempuan 23 tahun tersebut menjual jigor berdasarkan level cabai.
Yakni, level satu cabai lima seharga Rp 6 ribu, level dua cabai 15 harga Rp 8 ribu, dan level tiga cabai 25 dipatok Rp 12 ribu.
Setiap hari dia menjual dari pukul 17.00 hingga 22.00.
”Kami ada cabang di alun-alun itu dari pukul 08.00 hingga 12.00,” ungkap perempuan asal Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, tersebut.
Berjualan jigor cukup membuatnya tergiur. Sebab, omzet yang didapatkan berkisar Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.
Usahanya telah banyak dikenal oleh konsumen hingga warga Solo.
”Madura, Surabaya, dan Solo sudah ke sini. Itu dari WA yang promosi. Setelah viral di TikTok, banyak yang ke sini langsung,” pungkasnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti