DKPP Pamekasan Berhasil Tingkatkan Hasil Produksi dan Kualitas Tembakau
Fatmasari Margaretta• Selasa, 31 Desember 2024 | 16:11 WIB
MENGINSPIRASI: DKPP Kabupaten Temanggung melakukan kunjungan kerja ke DKPP Pamekasan, Rabu (13/11). (DKPP UNTUK JPRM)
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pamekasan termasuk kabupaten penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan berhasil mempertahankan kualitas daun emas tersebut.
Bahkan, mampu meningkatkan produksi tembakau dalam dua tahun terakhir.
Kabid Produksi Pertanian DKPP Pamekasan Andi Ali Syahbana menyampaikan, hasil produksi tembakau dalam dua tahun terakhir sangat memuaskan.
Hal itu tidak lepas dari sejumlah program yang direalisasikan untuk meningkatkan mutu dan produksi tembakau.
”Alhamdulillah dalam kurun dua waktu dua tahun hasil produksi tembakau sukses. Semua itu atas dorongan sejumlah kegiatan yang kami berikan kepada petani,” katanya, Senin (30/12).
Tembakau yang diproduksi ribuan petani mengalami kenaikan yang signifikan.
Pada 2023 produksi tembakau sebanyak 19.992,14 ton yang dihasilkan dari luas tanam 22.304,30 hektare orang-orang.
Tahun ini hasil produksi naik menjadi 28.296,70 ton area lahan seluas 31.183,20 hektare.
BERMANFAAT: Kabid Produksi Pertanian Andi Ali Syahbana menyerahkan bantuan hand sprayer kepada poktan Kemuning Desa Tongket, Kecamatan Proppo, Senin (18/11).
”Produksi hasil tembakau terus merangkak naik. Itu terlihat dari bertambahnya luas lahan sekitar 8.8789 hektare. Tentunya berdampak pada hasil produksi,” ungkapnya.
Andi memaparkan, pihaknya rutin memberikan pembinaan kepada para petani.
Seperti pelatihan penerapan pengendalian hama terpadu (PPHT) tanaman tembakau.
Selain itu, memberikan bantuan sarana pertanian berupa hand sprayer kepada poktan di 13 kecamatan.
PEMBELAJARAN: Kabid Produksi Pertanian Andi Ali Syahbana (baju putih tengah) berfoto bersama Poktan Sumber Jaya sesuai menyampaikan materi PPHT kepada di Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Senin (25/9).
”Kami berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jatim. Seperti pelatihan diversifikasi usaha tani dengan bawang merah,” paparnya.
Menurutnya keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari upaya koordinasi dengan sejumlah pihak.
Misalnya dengan perwakilan antar pabrikan dan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM).
Terutama dalam penyusunan biaya pokok produksi (BPP) tembakau 2024.
EDUKASI: Andi Ali Syahbana memberikan pelatihan diversifikasi usaha tani dengan bawang merah beberapa waktu lalu.
Perinciannya, harga tembakau sawah ditetapkan Rp 46.725, tegal Rp 52.639, dan gunung Rp 63.233.
”Koordinasi juga kami lakukan dengan melibatkan BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian), perguruan tinggi UB dan sebagainya. Itu untuk menganalisis dari masa tanam pertama hingga masa panen,” terang Andi.
Kualitas tembakau Bumi Pamelingan mendapatkan apresiasi oleh sejumlah pihak.
Itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.
ANTUSIAS: Petani Poktan Bintang Mulyo Kecamatan Pakong Fauzan (batik) saat menghadiri acara pameran OPOP di Royal Plaza Surabaya, Jumat (29/11).
Selain itu, DKPP Temanggung berkunjung ke Pamekasan untuk mengetahui kualitas tembakau.
Andi berkomitmen akan terus mempertahankan kualitas tembakau Pamekasan.
”Kami terus mengupayakan untuk mempertahankan kualitas dan daya beli tembakau. Kami akan dorong melalui penyuluh,” pungkasnya. (ay/bil)
BERMANFAAT: Kabid Produksi Pertanian Andi Ali Syahbana menyerahkan bantuan hand sprayer kepada poktan Kemuning Desa Tongket, Kecamatan Proppo, Senin (18/11).PEMBELAJARAN: Kabid Produksi Pertanian Andi Ali Syahbana (baju putih tengah) berfoto bersama Poktan Sumber Jaya sesuai menyampaikan materi PPHT kepada di Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Senin (25/9).EDUKASI: Andi Ali Syahbana memberikan pelatihan diversifikasi usaha tani dengan bawang merah beberapa waktu lalu.ANTUSIAS: Petani Poktan Bintang Mulyo Kecamatan Pakong Fauzan (batik) saat menghadiri acara pameran OPOP di Royal Plaza Surabaya, Jumat (29/11). Editor : Fatmasari Margaretta