PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aroma durian menyerbak di sepanjang Jalan Raya Lebbek–Pegantenan, Pamekasan.
Itu berarti masa panen buah yang identik dengan kulit tebal dan berduri itu telah tiba.
Beberapa orang yang melintas sengaja berhenti di gubuk-gubuk kecil yang didirikan di pinggir jalan.
Mereka ingin membeli durian lokal dari Bumi Pamelingan.
Sebab, pembeli harus menunggu musim panen untuk bisa menikmati buah yang satu ini.
Kecamatan Pakong dan Pegantenan dikenal sebagai sentra durian di Pamekasan.
Bagi para pencinta durian, berburu legitnya king of fruit itu sudah menjadi hal yang lumrah.
Di lokasi itu, mereka bisa leluasa untuk memilih buah untuk memanjakan lidah.
Salah seorang penjual durian di Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, adalah Salamah. Dia sudah menekuni usaha tersebut sejak delapan tahun silam.
Tentunya, masa panen menjadi momen menjemput berkah bagi ibu tiga anak itu.
”Karena durian menjadi mata pencarian kami. Semoga yang datang (membeli, Red) bisa lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Sehingga, bisa memberi keuntungan bagi kami para penjual durian,” ucap Salamah.
Durian milik Salamah tidak dipanen dalam satu waktu. Sebab, tingkat kematangan tiap buah tidak sama.
Namun, masa panen di wilayah tersebut diprediksi akan berakhir dalam waktu 3-4 bulan ke depan.
”Masih ada banyak (durian) milik saya yang menggelantung di pohon. Semoga saja intensitas hujan ke depan tidak terlalu tinggi. Karena, jika sering terkena hujan, kualitas buah durian bisa menurun,” tuturnya. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti