Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Juta Anggaran RTLH untuk Bencana Tak Terserap

Ina Herdiyana • Minggu, 29 Desember 2024 | 14:00 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Asip melihat rumahnya yang rusak terkena angin puting beliung di Desa/Kecamatan Galis, Pamekasan, Selasa (23/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
BUTUH PERBAIKAN: Asip melihat rumahnya yang rusak terkena angin puting beliung di Desa/Kecamatan Galis, Pamekasan, Selasa (23/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyediakan anggaran ratusan juta.

Dana tersebut digunakan untuk program rumah tidak layak huni (RTLH) khusus korban kebencanaan. Kuotanya sebanyak 35 rumah.

Namun, kuota tersebut tidak terserap maksimal. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan mencatat, kuota yang terserap hanya 11 rumah. Artinya, tahun ini tersisa 24 unit yang belum terealisasi.

Staf Fungsional Penata Kelola Perumahan DPRKP Pamekasan Dwi Budayana Eka D menyampaikan, tahun ini pihaknya merealisasikan program RTLH atau RTLH khusus bencana.

”Untuk RTLH bencana, progresnya sudah selesai dikerjakan semua,” katanya Jumat (27/12).

Kuota RTLH untuk korban bencana 35 unit. Total pagu anggarannya Rp 612 juta. Pagu anggaran setiap rumah dialokasikan Rp 17,5 juta.

Kebutuhan anggarannya disesuaikan dengan kerusakan akibat bencana alam. Misalnya, kebakaran, angin puting beliung, dan bencana lainnya.

Khusus program RTLH bencana sudah terealisasi 11 rumah. ”Awalnya ada 14 unit, tapi yang ter-cover 11 rumah,” ucapnya.

Dwi mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kuota tidak terserap semua. Di antaranya, batas waktu pengerjaan terlalu mepet dengan tutup tahun anggaran. Hal itu diketahui setelah dilakukan verifikasi ke lapangan.

”Ada permohonan yang layak menerima bantuan, cuma khawatir tidak terbayar karena mepet tutup tahun anggaran. Makanya, kami alokasikan tahun depan,” ujarnya.

Dwi memaparkan, permohonan bedah rumah bencana yang diterima mencapai 38 pengajuan. Sebagian permohonan ada yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan.

Baca Juga: Kurang Diminati Masyarakat Pamekasan, Layanan Madu Koncer Sepi Pengakses

”Korban bencana di Galis (beberapa waktu lalu) layak menerima kalau melihat proposalnya. Cuma kami harus tinjau kembali,” paparnya.

Warga terdampak bencana alam Desa/Kecamatan Galis Asip menyampaikan, hingga sekarang rumahnya belum bisa ditempati karena belum diperbaiki.

Pihaknya telah mengajukan bantuan perbaikan rumah kepada Pemkab Pamekasan.

”Sementara, saya perbaiki genting dulu biar bisa ditempati tidur. Saya berharap bantuan dari pemerintah segera direalisasikan,” harapnya. (ay/bil)

 

Editor : Ina Herdiyana
#anggaran #bencana #kebencanaan #DPRKP Pamekasan #rtlh