Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Angka Inflasi Pamekasan Tembus 4,04 Persen, BPS Pamekasan: Ini Pola Musiman

Fatmasari Margaretta • Jumat, 27 Desember 2024 | 14:30 WIB
BERJUALAN: Aliyah melayani pembeli di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Rabu (25/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
BERJUALAN: Aliyah melayani pembeli di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Rabu (25/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Momen Natal dan tahun baru (nataru) mengakibatkan bahan pokok di pasaran melambung tinggi.

Hal itu hampir terjadi di sejumlah komoditas bahan pokok.

Akibatnya, inflasi Pamekasan paling tinggi di Madura.

Kabid Pedagangan Disperindag Pamekasan Sitti Shalehah Yuliati Amin menyampaikan harga bahan pokok memang mengalami kenaikan.

Setidaknya ada 20 komoditas yang menjadi pemantauan. Mayoritas mengalami kenaikan harga.

”Kenaikan ini telah berlangsung pada pertengahan November,” katanya.

Dari enam pasar yang menjadi pantauan, hanya beberapa yang mengalami penurunan.

Seperti cabai rawit merah dari Rp 58.300 kilogram menjadi Rp 45.000.

Harga cabai rawit hijau juga menurun dari Rp 24.000 menjadi Rp 22.300 per kilogram.

Harga tomat juga menurun dari Rp 16.000 menjadi Rp 10.000 ribu per kilogram.

Kenaikan harga menjadi rutinitas saat momen besar. Hal itu menjadi kesempatan pedagang untuk menaikkan harga.

Namun, sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan operasi pasar, meskipun saat ini inflasi Pamekasan mengalami kenaikan.

”Kami hanya bisa melakukan pemantauan. Untuk pasar murah di dinas ketahanan pangan,” paparnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Kabupaten Pamekasan per Minggu (22/12) berada di poin 4,04 persen.

Angka tersebut melampui target secara nasional yakni dari inflasi pemerintah 1,5 persen hingga 3,5 persen. Pemicunya adalah beras, cabai merah, dan cabai rawit.

Statistisi Ahli Muda BPS Pamekasan Handoyo Wijoyo menyampaikan lima bulan terakhir Pamekasan mengalami deflasi. Namun, satu bulan terakhir telah bergerak ke inflasi. 

”Namun, ini pola musiman, biasanya tidak berlangsung lama,” terangnya. (ay/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Natal #komoditas #bahan pokok #pangan #nataru #Pantauan #inflasi #operasi pasar #cabai merah