Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Tahun Usaha Kue Basah, Rusma Ningsih: Tolak saat Ramai Pesanan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 15 Desember 2024 | 22:33 WIB
PRODUKTIF: Rusma Ningsih menunjukkan hasil produksi movis di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (7/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
PRODUKTIF: Rusma Ningsih menunjukkan hasil produksi movis di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (7/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usaha ekonomi kreatif (ekraf) selalu menjadi daya tarik untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Seperti Rusma Ningsih yang berjualan kue basah belasan tahun.

Warga Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, itu semula bukan pembuat kue, melainkan memproduksi rengginang meneruskan usaha orang tuanya.

Namun, usaha tersebut tidak bertahan lama. ”Baru mencoba membuat kue yang saat ini diminta oleh kerabat,” katanya Sabtu (7/12).

Usaha kue basah milik perempuan 43 tahun itu beraneka jenis. Seperti movis, zebra, dan sejenis kue basah lain.

Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 9 ribu.

”Untuk harga itu bergantung ukuran dan jenis kue. Seperti bolu agak besar itu Rp 9 ribu harganya,” tambahnya.

Dia tidak produksi setiap hari. Namun, dirinya telah menerima pesanan kue hampir 18 tahun.

Sedikitnya dari 50 hingga 500 kue basah setiap satu kali produksi.

”Sebenarnya cukup banyak yang memesan. Cuma kadang saya tolak karena tidak cukup waktu dengan pekerjaan yang lain,” ungkapnya.

Meskipun demikian, perempuan tiga anak tersebut cukup bersyukur akan hasil jualan kue tersebut.

Paling tidak dirinya bisa memperoleh sekitar Rp 300 ribu untuk sekali produksi.

”Kotornya Rp 1,3 juta, maka saya dapat sekitar Rp 300 ribu. Karena memang tidak ambil untung banyak,” paparnya.

Menurutnya, memproduksi kue basah cukup menyenangkan dan menghasilkan.

Karena dengan begitu, dirinya bisa menyalurkan hobi yang suka memasak dan mencoba-coba hal baru. Apalagi dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

”Alhamdulillah, sedikit banyak saya syukuri. Bisa juga untuk tambahan uang jajan anak,” pungkasnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kue basah #18 tahun #usaha #ekraf