Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Moh. Sobrun Adi Pratama, Wisudawan IAIN Madura Datang dengan Menunggangi Kuda dari Rumah ke Kampus

Achmad Andrian F • Senin, 9 Desember 2024 | 15:22 WIB
UNIK: Moh. Sobrun Adi Pratama (naik kuda) bersama Baihaki Aidi dan Suhati berbahagia saat mengantarkan anaknya di kampus IAIN Madura, Sabtu (7/12). (MOH. SOBRUN ADI PRATAMA UNTUK JPRM)
UNIK: Moh. Sobrun Adi Pratama (naik kuda) bersama Baihaki Aidi dan Suhati berbahagia saat mengantarkan anaknya di kampus IAIN Madura, Sabtu (7/12). (MOH. SOBRUN ADI PRATAMA UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Moh. Sobrun Adi Pratama tampil berbeda saat datang untuk mengikuti prosesi wisuda di kampusnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Sabtu (7/12).

Mahasiswa prodi ilmu Al-Qur’an dan tafsir (IQT) itu datang dengan menunggangi kuda.

Pria yang akrab disapa Pram tersebut memiliki niat lama ingin menunggangi kuda saat wisuda.

Keinginan itu bermula dari tetangganya yang menikah dengan cara menaiki kuda. Niat tersebut kini diwujudkan saat dirinya berkesempatan merayakan wisuda.

”Dua bulan lalu saya memang ada niat akan menunggangi kuda ke kampus. Cuma saya tidak memberi tahu orang tua terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Desa Samir, Kecamatan Proppo.

Dia menyadari keputusannya itu tidak lumrah seperti wisudawan lainnya. Namun, dirinya percaya diri untuk tetap memilih menunggangi kuda meski keluarganya sudah menyiapkan kendaraan roda empat untuk rombongan.

”Saya mobil ada. Cuma saya tetap memilih menaiki kuda,” tambahnya.

Kuda kenca’ yang dinaikinya bukanlah kuda Pram, melainkan kuda yang sengaja disewa untuk bisa mengantarkan dari rumahnya hingga kampus.

Pram tidak menutup diri banyak pasang mata yang menyorotnya karena menunggangi kuda dengan baju toga yang melekat di tubuhnya.

”Sempat disorak di jalan oleh masyarakat. Ada yang kagum juga. Bahkan, setiap lampu merah, saya masih sempat atraksi dengan kuda,” jelasnya.

Pria 24 tahun itu tidak menyangka bahwa caranya akan viral. Sebab, niat awal dirinya menunggangi kuda karena hobi dan ingin memberikan edukasi positif kepada tiga adiknya.

Yakni, menumbuhkan semangat pentingnya mengejar pendidikan dan gelar.

”Di desa saya ini pendidikan tidak begitu diprioritaskan. Banyak anak muda di sini setelah lulus SMA merantau, kebetulan adik saya juga suka kuda. Semoga termotivasi,” papar pria yang juga imam Masjid Agung Asyuhada tersebut.

Pram merasa bahagia dan bangga karena dapat menyelesaikan studinya. Apalagi, dirinya ingin tetap mengedepankan tujuannya untuk tetap berprestasi di bidang tahfiz.

”Ini juga bentuk rasa syukur saya. Alhamdulillah bisa lulus sebelum di-drop out (DO),” ucapnya.

Suhati, 54, ibunda Pram, juga tidak menyangka anaknya akan memilih menunggangi kuda berangkat ke prosesi wisuda. Sebab, dirinya dikabari saat hendak anak sulungnya pamit menjemput kuda.

”Anaknya memang suka naik kuda dan tidak pemalu. Tapi, memang tidak diberi tahu sebelumnya. Banyak yang heran kerabatnya,” paparnya.

Istri Baihaki Adi itu hanya berharap anaknya bisa sukses sebagaimana cita-citanya. Juga bisa menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Apalagi semengatnya untuk menuntut ilmu sangat besar.

”Saya tentu bangga karena dia membuktikan kalau dia menjunjung tinggi ilmu. dengan cara meryakan seperti kemarin,” pungkasnya. (*/jup)

Editor : Achmad Andrian F
#iain madura #pamekasan #menunggangi kuda #wisudawan #madura #kampus