SURABAYA, RadarMadura.id – Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur IV (Bakorwil IV) Pamekasan meraih penghargaan bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Apresiasi itu karena dinilai mampu menerapkan pelayanan publik berkualitas.
Penghargaan itu diberikan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono kepada Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini.
Penghargaan diraih atas prestasinya dalam penilaian Budaya CETTAR pada aplikasi Sistem Integrasi Bersama Kinerja Implementasi Budaya CETTAR 2024 dengan predikat sangat CETTAR (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparansi, dan Responsif).
”Ini semua sangat penting untuk mengukur dan melihat capaian pelayanan publik di Jatim. Sesuai dengan semangat reformasi birokrasi serta kriteria dan indikator yang objektif. Sehingga, diketahui dampaknya terhadap masyarakat,” kata Adhy dalam opening ceremony Pameran Pelayanan Publik Jatim 2024 di Ballroom Grand City, Surabaya, Rabu (13/11).
Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini bangga dengan penghargaan Pemprov Jatim itu.
Sebab, penghargaan tersebut menambah daftar prestasi Bakorwil IV Pamekasan dan menjadi bukti pelayanan publik di wilayah kerja Bakorwil IV Pamekasan berjalan memenuhi unsur CETTAR.
”Penghargaan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh perangkat di lingkungan Bakorwil IV Pamekasan. Semoga ke depan tetap konsisten dan melahirkan banyak inovasi pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dan hak masyarakat. Baik secara individu maupun kelompok,” sebutnya.
Bakorwil IV Pamekasan juga ambil bagian pada Pameran Pelayanan Publik Jatim 2024 sejak Selasa (12/11) hingga Jumat (15/11).
Bakorwil IV Pamekasan memamerkan inovasi pelayanan publik yang telah dilakukan. Empat program inovasi pelayanan publik yang ditampilkan.
Yakni, Meja Talenta (Milenial Belajar Digitalisasi dan Entrepreneurship), Bapak Peduli Andi dan Santi (Bakorwil Pamekasan Peduli Penanggulangan Pernikahan Dini dan Stunting), pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta Korpapantes (Bakorwil Pamekasan Parembagan Taretan Sasarengngan).
”Seperti program Meja Talenta, kegiatannya berupa goes to school dan mastering class. Tujuannya, update skill dan soft digital serta entrepreneur gen Z di Madura. Kalau pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui pendampingan digitalisasi usaha dan sertifikasi produk,” jelasnya. (lil/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta