PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembangunan sentra industri hasil tembakau (SIHT) di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, berlanjut.
Saat ini pembangunannya memasuki tahap tiga. Anggaran yang dialokasikan Rp 1,9 miliar.
Kabid Perindustrian Disperindag Pamekasan Khoirul Komar menyatakan, proyek pembangunan SIHT dilakukan secara terbatas. Anggarannya bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
”Tahun ini pengerjaan memasuki tahap ketiga. Sekarang sedang proses pengerjaan, tapi kecil-kecil,” katanya Senin (11/11).
Pembangunan sarana industri tembakau itu sempat mengalami kendala. Sebab, pengerjaan lanjutan baru digarap.
Sehingga, pengerjaan proyek infrastruktur itu hanya fokus pada pembangunan ringan.
”Sudah kontrak, mungkin sekarang mendatangkan bahan. Kalau untuk musala tidak cukup waktunya,” ujarnya.
Sementara pembangunan sarana sanitasi baru digarap. Pengerjaannya masih menunggu pemeliharaan pembangunan sebelumnya.
”Kemarin ada yang rusak, jadi diperbaiki dulu. Tapi, itu menjadi kewenangan pihak ketiga, makanya pekerjaan tahap tiga menunggu pemeliharaan ini,” paparnya.
Pihaknya mengeklaim akan lebih intens melakukan pengawasan. Sehingga, pengerjaan sesuai ketentuan dan tuntas tepat waktu.
Sementara 2025 pihaknya telah melakukan pengajuan untuk pembangunan tahap empat.
”Kami mengajukan Rp 10 miliar. Cuma, disetujui tidaknya belum tahu,” pungkasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia