PAMEKASAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pamekasan (BPBD) Pamekasan memitigasi daerah wilayah rawan bencana.
Khususnya, bencana banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi.
Plt Kepada Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Ahmad Dofir Rosidi menyatakan, wilayah yang masuk rawan terdampak banjir adalah daerah kota dan sekitarnya. Sementara longsor di daerah utara.
”Wilayah yang berpotensi banjir itu Pamekasan Kota, Pademawu, Konang, dan Palengaan. Kalau daerah potensi terjadi bencana longsor di wilayah Kadur, Pakong, Palengaan, dan Pegantenan,” kata Dofir, Selasa (5/11).
Di musim pancaroba saat ini, lembaganya melakukan sosialisasi kepada warga Kota Gerbang Salam di beberapa daerah yang masuk mitigasi dan memiliki potensi terjadi bencana.
”Harapannya, dengan sosialisasi tersebut bisa mengantisipasi atau memperkecil potensi adanya korban saat terjadi bencana,” terangnya.
Selama peralihan dari musim kemarau ke hujan, BPBD sudah menerima laporan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Hal itu disebabkan hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu (2/11) dan Minggu (3/11).
”Laporan terakhir yang masuk, pada Sabtu (2/11) ada 45 rumah yang rusak. Kalau Minggu (3/11) ada 30-an rumah warga yang terdampak,” sebut Dofir.
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda itu juga mengakibatkan 14 pohon tumbang dan satu orang cedera ringan serta dua warga luka ringan.
BPBD Pamekasan saat ini sudah menyiapkan bantuan stimulan kepada warga terdampak.
”Kepada masyarakat, kami mengimbau untuk tetap waspada. Selain itu, meningkatkan kesiapsiagaan di masa pancaroba ini. Sebab, cuaca ekstrem dapat memicu terjadi bencana,” pesannya. (lil/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta