Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tujuh Pabrikan Tembakau di Pamekasan Tutup Pembelian, Ini Alasannya

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 25 Oktober 2024 | 15:59 WIB
BERAT: Pekerja memanggul tembakau kering di Gudang CV Sanusi di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan, Kamis (24/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
BERAT: Pekerja memanggul tembakau kering di Gudang CV Sanusi di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan, Kamis (24/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aktivitas pertanian tembakau memasuki akhir musim.

Dengan demikian, tujuh pabrikan yang memproduksi industri tembakau di Kabupaten Pamekasan menutup pembelian.

”Gudang (tembakau) yang menutup pembelian adalah PT Alliance One Indonesia (AOI), PR Sukun, PT Gudang Garam, PT Wismilak, PT Sadhana Arifnusa, dan PR Grendel. Juga terdapat pembelian pribadi yang sebagian sudah tutup,” ujar Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan Raihan Akbar Kamis (24/10).

Menurutnya, pabrikan yang sudah tidak melakukan pembelian karena beberapa alasan.

Salah satunya, sudah memasuki akhir produksi. Sehingga, tembakau kering yang akan masuk ke gudang mulai berkurang.

”Atau, kualitas sudah tidak sesuai dengan yang diinginkan pihak pemilik gudang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Raihan mengeklaim serapan tanaman dengan nama latin nicotiana tabacum itu sudah jauh melampaui target.

Hingga Rabu (23/10), serapan tembakau mencapai 32 ribu ton.

Sementara target serapan yang pemerintah canangkan hanya 26 ribu ton.

”Petani yang menanam tembakau tahun ini lebih banyak daripada tahun 2023. Ditambah lagi, pengiriman tembakau di Pamekasan juga ada yang berasal dari kabupaten tetangga,” ungkapnya.

Sementara Station Manager PT Sadhana Arifnusa Suhaydi membenarkan perusahaannya sudah menutup pembelian tembakau sejak Senin (21/10).

Baca Juga: Target Penyaluran BLT DBHCHT Dinsos Pamekasan Meleset

Alasannya, tembakau di petani sudah tinggal sedikit.

”Tembakau yang menjadi kemitraan kami semuanya sudah terserap. Bahkan, kami juga melakukan pembelian reguler. Sekarang tinggal pembelian kerosok,” pungkasnya. (lil/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tembakau #menutup pembelian #kerosok #serapan #pabrikan #disperindag