PAMEKASAN, RadarMadura.id – Adagium nasib malang tidak ada di kalender memang benar adanya.
Begitu juga dengan ajal yang menjemput setiap manusia.
Hal itu dialami Wahyu, 25, seorang pekerja yang sedang menggarap pemerataan lahan pertanian di Dusun Cekonceh, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Pamekasan, pada Selasa (8/10).
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sebelum kejadian, Ahmad mengendarai truk derek yang mengangkut ekskavator.
Saat itu Wahyu sebagai operator ekskavator. Tapi, towing tersebut tidak bisa melaju saat hendak melewati jalan menanjak.
Karena itu, Wahyu pun berinisiatif menurunkan ekskavator tersebut.
Nahas, ekskavator tersebut malah tergelincir dan terguling ke sawah yang ada di dataran yang lebih rendah.
Mengetahui hal itu, pria berusia 25 tahun itu berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari ekskavator.
Namun, justru tertimpa dan terjepit bodi kendaraan pengangkut alat berat tersebut. Sedangkan nyawa Ahmad selamat dari insiden tersebut.
Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kasihumas AKP Sri Sugiarto mengatakan, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00.
”Proses evakuasi jenazah membutuhkan waktu sekitar dua jam. Jenazah sudah dipulangkan ke rumah duka yang terletak di Dusun Dungdes, Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun,” katanya.
Suparto, salah seorang perawat di Puskesmas Pasean menyampaikan, jenazah sampai di puskesmas sekitar pukul 15.30. Saat dievakuasi kondisi tubuh korban sudah tidak utuh.
”Sebab, 60 persen sudah hancur. Karena itu, kami hanya melakukan pembersihn dan melakukan beberapa jahitan,” katanya.
Kapolsek Pasean AKP Safril Selfianto menambahkan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi.
”Dugaan sementara, korban melompat di saat ekskavator terguling. Jadi waktunya bersamaan,” pungkasnya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti