Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Madura Sumbang Partisipasi Pemilih Tertinggi di Jawa Timur

Fatmasari Margaretta • Minggu, 6 Oktober 2024 | 00:02 WIB
SOSIALISASI: Komisioner KPU Jawa Timur Miftahur Rozaq saat mengisi kegiatan sarasehan di Hotel Odaita Pamekasan, Rabu (2/10). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
SOSIALISASI: Komisioner KPU Jawa Timur Miftahur Rozaq saat mengisi kegiatan sarasehan di Hotel Odaita Pamekasan, Rabu (2/10). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Madura cukup tinggi.

KPU Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat partisipasi pemilih empat kabupaten di Pulau Garam di atas 90 persen.

Perinciannya, partisipasi pemilih paling tinggi di Bangkalan mencapai sebesar 98,61 persen. Posisi kedua diisi Sampang dengan partisipasi masyarakat mencapai 98 persen.

Lalu, disusul Pamekasan dengan jumlah 97,20 persen dan Sumenep di angka 90,16 persen.

Karena itu, KPU Jatim menggenjot sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam  pilkada. Itu diungkapkan Komisioner KPU Jawa Timur Miftahur Rozaq.

Dia mengatakan, masyarakat Madura menaruh perhatian lebih terhadap jalannya pesta demokrasi.

Buktinya, angka partisipasi pemilih saat pemilu tinggi. Pihaknya berharap, kondisi itu bisa terulang dalam pilkada serentak November mendatang.

Dia menargetkan, angka partisipasi pemilih tidak jauh berbeda dengan pemilu.

”Syukur-syukur bisa di atas 98 persen untuk wilayah Madura,” ungkap pria kelahiran Kabupaten Sampang itu.

Rozaq memaparkan, KPU Jawa Timur menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pilkada serentak sebanyak 31.280.418 orang.

Perinciannya, 15.410.935 pemilih pria dan 15.869.483 merupakan pemilih perempuan.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, lanjut Rozaq, KPU Jawa Timur melibatkan media massa.

Hampir setiap minggu pihaknya menggelar kegiatan tatap muka bersama ratusan media.

Upaya tersebut diharapkan berdampak baik terhadap keberlangsungan Pilkada 2024.

”Kami duduk bersama untuk membahas banyak hal berkenaan dengan pilkada. Ini kami lakukan sepekan sekali di hari Jumat,” paparnya.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam mengutarakan, hasil Pemilu 2024 menjadi modal penting untuk menjaga angka partisipasi dalam pilkada agar tetap tinggi. Akan tetapi, angka tersebut bisa turun.

Menurutnya, gencarnya program sosialisasi hanya menjadi salah satu variabel untuk menekan persentase pemilih golput.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa mendongkrak angka partisipasi pemilih.

”Aspek kampanye, sosialisasi, dan pamor dari calon kepala daerah juga akan berpengaruh terhadap keterlibatan masyarakat dalam Pilkada 2024. Masyarakat akan menilai aspek itu semua," tuturnya.

Berdasarkan riset International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA), Indonesia masuk dalam kategori angka partisipasi pemilih yang tinggi.

Namun, tren partisipasi pemilih dalam satu dekade ke depan akan mengalami penurunan secara global.

”Kondisi itu terjadi lantaran tingginya apatisme pemilih yang didorong maraknya kasus korupsi pejabat pemerintah dan ketidaktegasan dalam penegakan hukum,” tandasnya. (afg/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pemilu #sosialisasi #partisipasi #pemilih #pilkada #Penegakan Hukum #pesta demokrasi #media massa