Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Akses Layanan Kesehatan Lebih Mudah Berkat Program JKN, Begini Pengalaman Pedagang Bakwan

Hendriyanto • Rabu, 25 September 2024 | 06:00 WIB

Budi Kristiono (56), seorang pedagang bakwan yang telah lama menjadi peserta JKN di Kabupaten Pamekasan.
Budi Kristiono (56), seorang pedagang bakwan yang telah lama menjadi peserta JKN di Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (program JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah memberikan kemudahan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk masyarakat yang tinggal di Kabupaten Pamekasan.

Kemudahan dalam mengakses program JKN ini dirasakan oleh Budi Kristiono (56), seorang pedagang bakwan yang telah lama menjadi peserta JKN di Kabupaten Pamekasan.

Budi, demikian panggilan akrabnya, adalah seorang pedagang bakwan keliling. Setiap harinya Budi menjajakan bakwannya dengan menggunakan sepeda motor. Budi mengakui dirinya seringkali memanfaatkan program JKN.

Budi menceritakan bahwa ia dan seluruh anggota keluarga telah mendaftarkan diri menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga. Budi tidak khawatir apabila suatu saat dia harus berobat karena telah terjamin oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Aktif Dalam Pemberdayaan UMKM, BRI Terima Penghargaan Community Empowerment and Development Pada Anugerah ESG Republika 2024

”Keluarga saya ikut BPJS Kesehatan sudah empat tahun lebih. Kami sekeluarga merasa aman karena sudah dilindungi oleh Program JKN. Keluarga kecil saya terdiri dari empat orang. Dengan menjadi peserta JKN, kami bisa berbagi satu sama lain. Bisa berbagi dengan orang lain yang membutuhkan,” kata Budi saat ditemui, Selasa (27/8).

Menurut Budi, menjadi peserta JKN artinya ia sekeluarga mendapat perlindungan dan penjaminan biaya pelayanan kesehatan secara komprehensif. Pelayanan tersebut mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk pelayanan obat maupun alat kesehatan sesuai indikasi dan kebutuhan medis.

Budi mengatakan bahwa ia bersyukur tidak pernah sampai sakit parah. Walaupun demikian, bukan berarti Budi merasa rugi apabila tidak sakit. Menurutnya iuran yang dia bayarkan dapat bermanfaat bagi peserta yang membutuhkan. Budi merasa aman karena kesehatannya telah terjamin oleh Program JKN.

Baca Juga: Disbun Jatim Targetkan Bangkalan Jadi Sentra Baru Tembakau Madura

“Syukurlah, saya ataupun keluarga tidak pernah mengalami sakit yang parah, paling-paling hanya flu atau batuk. Cukup berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang saya pilih saat ini, yaitu Klinik Kartika Husada. Kami juga tidak merasa rugi kalau tidak sakit, lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik kami menjaga kesehatan daripada harus berobat. Selain itu, kalau kami sekeluarga sehat, iuran yang  saya bayarkan dapat bermanfaat bagi peserta JKN lainnya. Dengan ikut JKN, kami bisa berbagai kepada yang membutuhkan,“ kata Budi.

Budi juga menceritakan bahwa dirinya pernah menggunakan salah satu fitur yang ada di aplikasi Mobile JKN, yaitu pendaftaran antrean secara online. Budi memanfaatkan fitur tersebut saat akan mengakses layanan kesehatan di FKTP.

Ia mendaftar antrean secara online di Klinik Kartika Husada. Di aplikasi tersebut Budi mendapatkan nomor antrean, kemudian saat datang, Budi hanya menunjukkan nomor antrean tersebut lalu dilayani. 

Baca Juga: Wisata Terbaik di Mojokerto Ini Dijamin Bikin Kamu Tidak akan Pernah Lupa Moment Berharga

Walaupun terdaftar sebagai peserta JKN di kelas tiga, namun pelayanan yang ia dapatkan selama berkunjung ke fasilitas kesehatan sangat baik. Pengurusan administrasinya pun mudah, apabila tidak membawa kartu kepesertaan JKN, Budi hanya menunjukkan KTP saja sudah dilayani.

“Untuk berobat, proses administrasinya sudah sangat mudah. Saya hanya perlu menunjukkan KTP kepada petugas tanpa diminta kelengkapan berkas lainnya untuk memastikan identitas saya sebagai peserta JKN berstatus aktif atau tidak," kata Budi.

Budi mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas keberlangsungan program JKN ini. Walaupun sudah terdaftar sebagai peserta JKN, Budi berharap agar dirinya dan keluarga dapat terus diberi kesehatan. Ia pun mengingatkan bagi masyarakat yang belum mendaftarkan diri ke dalam program jaminan kesehatan tersebut, agar bisa segera menjadi peserta JKN aktif.

"Jangan berpikir untung ruginya. Menjadi peserta JKN anggaplah sebagai wujud dari ibadah untuk menolong sesama. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan,” ucap Budi. (*/dry/par)

Editor : Hendriyanto
#program jkn #pamekasan #BPJS Keseharan #bpjs