KOTA, RadarMadura.id – Jumlah koperasi di Kabupaten Pamekasan mencapai ratusan. Data yang tercatat di online data system (ODS) per Agustus mencapai 808 koperasi. Namun, hampir 50 persen koperasi yang tersebar di 13 kecamatan tidak aktif.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Baihaki mengatakan, data di ODS muncul koperasi aktif dan tidak aktif. Jumlah yang aktif 463 dan yang aktif 345 koperasi.
Dia mengutarakan, data yang tertuang dalam ODS terus bergerak. Jika ada pembaruan data, otomatis jumlah koperasi yang aktif dan tidak aktif berubah.
”Kami tetap memberikan pembinaan pada koperasi yang tidak aktif. Kami mendorong mereka untuk mengaktifkan kembali koperasinya,” katanya.
Menurut Baihaki, ada beragam faktor penyebab ratusan koperasi tidak aktif. Di antaranya, usaha yang digarap tidak berjalan maksimal. Ada juga koperasi yang tidak melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).
”RAT wajib dilakukan sekali dalam satu tahun. Jika koperasi tidak melaporkan RAT tiga tahun berturut-turut, secara otomatis sistem akan mencatat tidak aktif,” tuturnya.
Meski hampir 50 persen koperasi tidak aktif, Baihaki mengeklaim semua koperasi yang terdata di ODS sudah berbadan hukum. Sebab, pendataan tersebut berdasarkan kepemilikan nomor induk koperasi (NIK).
”Kami tetap berupaya maksimal mendampingi koperasi yang ada di Pamekasan. Kalau koperasi butuh, jangankan jam kerja, di luar jam kerja tetap dilayani,” tegasnya.
Anggota DPRD Pamekasan Khairul Umam menyebut secara umum koperasi sangat baik untuk pengembangan ekonomi. Selain itu, bermanfaat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
”Koperasi yang tidak aktif ini bagaimana caranya didampingi supaya aktif lagi. Dilakukan semacam intervensi, apa pun itu bentuknya,” pesannya. (lil/bil)
Editor : Achmad Andrian F