Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sekolah Disegel, Dua Bulan Murid SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Belajar di Teras Rumah Penduduk

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 10 September 2024 | 13:25 WIB
BELUM TERURAI: Murid SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, mengikuti KBM di emperan rumah warga, Sabtu (7/9). (ACH. RASYIDI UNTUK JPRM)
BELUM TERURAI: Murid SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, mengikuti KBM di emperan rumah warga, Sabtu (7/9). (ACH. RASYIDI UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Upaya Pemkab Pamekasan untuk menyelesaikan sengketa lahan di SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, sia-sia.

Indikasinya, pihak ahli waris masih enggan membuka segel di lembaga pendidikan tersebut.

Akibatnya, hingga Senin (9/9), para murid tetap belajar di teras rumah penduduk setempat.

Sejak disegel pada Senin (15/7), telah dilakukan mediasi antara pihak ahli waris dan Pemkab Pamekasan. Tetapi, tidak kunjung membuahkan kesepakatan.

Ach. Rasyidi selaku ahli waris mengaku bahwa polemik SDN Tamberu 2 sudah dibahas bersama Pj Bupati Pamekasan Masrukin.

Termasuk, beberapa pejabat terkait dan petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan.

”Di situ disepakati bahwa Pemkab Pamekasan akan mengganti untung setelah ada (terbit, Red) sertifikat. Di sisi lain, salah satu dari syarat pembuatan sertifikat hak milik (SHM) ada pernyataan bahwa tanah tidak berstatus sengketa,” ujarnya.

Pernyataan itu bisa dibuat oleh pihak sekolah atau instansi terkait. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan.

”Untuk hal tersebut semuanya terkesan saling lempar wewenang,” imbuh Rasyidi.

Dia menegaskan, ahli waris tidak akan minta tanda tangan dari pihak terkait jika di lahan tersebut tidak berdiri sekolah.

Menurut Rasyidi, jika tidak mau memberi tanda tangan, sebaiknya SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, dibongkar.

Sementara itu, Kepala Dispendikbud Pamekasan Moh. Alwi mengaku terus melakukan pendekatan-pendekatan secara intens melalui Plt kepala sekolah.

Salah satu tujuannya, agar siswa bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Miftahol Huda selaku Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Korwilcambidikbud) Batumarmar mengaku sering menerima keluhan wali murid.

Mereka menginginkan kegiatan belajar mengajar siswa berjalan normal.

”Saya sampai malu datang ke sekolah. Tetapi, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, kewenangan saya hanya memberi pendampingan kepada guru terkait KBM, tidak untuk sarana dan prasarana,” tandasnya. (afg/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sengketa lahan #dispendikbud #pemkab pamekasan #SDN Tamberu 2 #Polemik #ahli waris #Kecamatan Batumarmar #disegel