PAMEKASAN, RadarMadura.id – Membaca koran Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menjadi rutinitas H Ali Maksum setiap hari.
Warga Jalan Dirgahayu Gg V/46 Kelurahan Bugih, Pamekasan, itu tidak rela bila ketinggalan berita yang disajikan koran terbesar di Madura ini.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan itu mengaku sudah berlangganan koran sejak 1983. Saat itu JPRM belum lahir.
Namun, berita-berita seputar Jawa Timur sudah tersaji dalam rubrik Metropolis di koran Jawa Pos.
”Saat itu saya masih bertugas di Puskesmas Pegantenan,” tutur pria kelahiran Sampang 1963 itu.
Ali mengutarakan, berita yang disajikan Jawa Pos bikin candu. Dia harus menempuh jarak 20 kilometer untuk mendapat koran tersebut.
Hal itu dilakukannya saat sedang tugas belajar di Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng).
”Padahal di Jateng banyak koran terkenal, tapi dalam pikiran saya harus membaca Jawa Pos,” kenangnya sembari tertawa.
Hal serupa juga dilakukan Ali saat seminggu berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Setiap pagi dirinya menyediakan waktu luang untuk mencari koran Jawa Pos di Bumi Gora tersebut.
”Saya merasa ada sesuatu yang kurang kalau tidak membaca koran Jawa Pos,” kesannya.
Menurut Ali, ada beberapa hal yang membuatnya candu terhadap koran.
Selain karena suguhan beritanya yang selalu update, segar, dan analisisnya kritis, yaitu tampilan dan tata letaknya yang mudah diingat.
”Ketika buka lembaran, baik Jawa Pos atau JPRM, saya sudah tahu tempat dan halaman berapa berita-berita yang aktual, terkait politik, olahraga, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Ali mengaku benar-benar mengikuti perkembangan koran JPRM. Di tengah-tengah perkembangan teknologi dan media yang pesat, JPRM tetap mampu bersaing.
”Koran cetak itu memberikan kesan tersendiri saat dia membaca. Apalagi JPRM, suguhan visualnya selalu segar,” ujarnya.
Untuk itu, Ali berpesan kepada generasi muda Pamekasan untuk selalu membaca.
Apa pun itu, termasuk berita atau informasi yang disuguhkan koran JPRM. Baginya, membaca adalah jendela pengetahuan.
”Dengan membaca, kita akan membuka lembaran yang kita tidak tahu. Dari sanalah jendela pengetahuan akan terbuka. Pesan dalam Islam jelas, iqra, bacalah, ” pesan Ali. (c3/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti