PAMEKASAN, RadarMadura.id – Angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur (Jatim) turun tajam.
Berdasar hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per Maret 2024, angka kemiskinan ekstrem berada di angka 0,66 persen atau 268.645 jiwa penduduk.
Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono menyebut capaian tersebut lebih baik dari penurunan nasional yang berada di angka 0,83 persen.
Baginya, hal itu tidak lepas dari program di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.
”Ini merupakan hasil akumulasi dan konsistensi kebijakan program penanganan kemiskinan yang terintegrasi dengan baik selama lima tahun ke belakang,” kata Adhy Karyono.
Ke depan, dia optimistis angka kemiskinan ekstrem di Jatim akan turun signifikan.
Syaratnya, program yang berjalan dilanjutkan dan diperkuat dengan kolaborasi lintas stakeholder.
”Angka kemiskinan ekstrem yang turun signifikan ini menunjukkan penanggulangan di Jatim dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. Baik melalui kebijakan makro ekonomi maupun dengan intervensi program,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Pemprov Jatim mampu menurunkan kemiskinan ekstrem sebesar 3,74 persen poin dalam kurun waktu tahun 2020–2024.
Susenas mencatat, pada 2020 kemiskinan ekstrem Jatim mencapai 4,40 persen atau 1.812.210 jiwa penduduk.
Adhy menekankan, capaian ini akan menjadi penyemangat untuk mewujudkan komitmen target zero kemiskinan ekstrem hingga akhir 2024.
”PR kita masih banyak. Semua orang harus sejahtera karena ini cita-cita bangsa yang sudah tercantum di UU 1945,” pungkasnya. (c3/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti