PAMEKASAN, RadarMadura.id – Anggaran survei jalan dan jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pamekasan tahun ini sebesar Rp 692 juta.
Anggaran ratusan juta itu digunakan untuk menyurvei jalan di tiga kluster atau kelompok.
Kabid Bina Marga DPUPR Pamekasan Tri Gunawan mengatakan, nominal anggaran survei senilai ratusan juta tersebut dinilai masih wajar.
”Baik yang terkategori rusak ringan hingga berat. Panjang jalan yang kami survei sekitar 1.051 kilometer,” katanya.
Dijelaskan, saat melakukan survei, institusinya mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video.
Hasil survei selanjutnya akan dilaporkan pada Balai Bahan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
”Survei rencananya akan dilakukan pada Oktober sampai Desember,” jelas Tri.
Menurutnya, proses survei melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang dan dilakukan secara cermat.
Total ada tiga kluster yang akan disurvei. Kluster pertama mencakup Kecamatan Kota Pamekasan, Proppo, Tlanakan, dan Pademawu.
Kemudian, untuk kluster kedua meliputi Kecamatan Kadur, Larangan, Pakong, dan Pegantenan.
Selanjutnya untuk kluster ketiga mulai dari Kecamatan Galis, Palengaan, Waru, Batumarmar, dan Pasean.
”Setiap tahun kami survei jalan dan jembatan yang ada di 13 kecamatan,” ungkap Tri.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, proses survei harus dilakukan secara teliti.
”Utamakan jalan atau jembatan dengan tingkat kerusakan berat, terutama di kawasan pelosok desa,” pungkasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta