PAMEKASAN, RadarMadura.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar Sidang Terbuka Wisuda Sarjana Ke-39 dan Magister Ke-19 di Gedung Bakorwil Pamekasan.
Kegiatan yang mengusung konsep taneyan lanjang ini digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (3-4/8).
Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd mengatakan, wisuda kali ini menjadi spesial karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-58 IAIN.
Pihaknya memilih konsep taneyan lanjang dalam rangkaian peringatan harlah tahun ini.
Dia menginginkan agar cara pandang kampus sebagai taneyan dengan memberikan penguatan, dorongan serta motivasi yang kuat.
Menurutnya, di antara unsur dalam taneyan itu yakni kobung atau langgar. Unsur di dalamnya berisi tentang penguatan tauhid, implementasi syariah dalam melaksanakan ibadah sehari-hari.
”Membangun kultur taneyan dengan kepribadian akhlak yang baik, itu unsur utama untuk melahirkan cara pandang agama dengan nilai-nilai moderat yang diwariskan oleh ulama Nusantara,” katanya.
Menurut Saiful, sejumlah komponen tersebut menyatu dalam ideologi. Hal ini dapat menjadi dorongan kepada mahasiswa sebagai pilar kebangsaan.
Dia berharap agar para mahasiswa tidak mengharap mendapatkan pekerjaan dari orang lain. Namun, menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang kreatif sesuai kompetensinya.
”Dengan menciptakan pekerjaan-pekerjaan yang kreatif dan penuh dengan inovasi, maka mahasiswa IAIN Madura sudah menjadi penyelamat bagi para pengangguran di Kota Gerbang Salam ini,” terang mantan ketua kode etik IAIN Madura itu.
Saiful mengungkapkan, IAIN Madura membangun jaringan dengan lembaga-lembaga di Malaysia.
Dulu, masyarakat pergi ke Malaysia menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor-sektor informal.
Sekarang, mahasiswa yang mau mengajar di negeri jiran, akan difasilitasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Dia memiliki keinginan dan harapan yang tinggi untuk program tersebut. Di antaranya, agar ada komunitas untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan.
”Iya, sementara di Malaysia. Tapi, kami akan menyasar negara-negara lain juga yang memungkinkan untuk didatangi,” ungkapnya.
Saiful memaparkan, mahasiswa yang diwisuda kali ini berjumlah 847 orang. Dia berharap, mahasiswa tidak berhenti belajar setelah wisuda.
Tapi, melanjutkan pendidikan dan mempelajari ilmu yang lebih luas di tengah masyarakat.
Misalnya, belajar menjadi kepribadian yang demokratis dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik serta seorang muslim yang inklusif.
”Beberapa harapan kami kepada para mahasiswa untuk membuktikan ilmu yang dipelajari, diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar,” tukasnya. (ail/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti