PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dentuman keras menggegerkan warga Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kamis (1/8).
Peristiwa ledakan berasal dari bangunan semipermanen yang merupakan bekas warung.
Ledakan tersebut diduga berasal dari bahan peledak (handak) berjenis bom molotov yang tersimpan di warung tersebut.
Akibatnya, sisi belakang bangunan hancur berantakan. Tak hanya itu, satu orang yang berada di dekat lokasi juga menjadi korban ledakan tersebut.
Ledakan terdengar hingga radius ratusan meter. Warga mengira yang meledak itu trafo listrik.
Tetapi, tidak sedikit masyarakat yang justru penasaran untuk mencari tahu sumber ledakan.
”Lantai rumah juga sampai bergetar. Setelah itu, terdengar riuh warga yang berteriak kencang. Saya langsung ikut keluar rumah,” terang Nabila yang rumahnya tak jauh dari lokasi ledakan.
Selain Nabila, dampak ledakan itu juga dirasakan Ahmad. Saat ledakan terjadi, dia baru saja tiba di rumah usai menjemput anaknya di sekolah.
Dia terperanjat saat mendengar suara dentuman tersebut. Pria paro baya itu langsung menuju arah utara dari rumahnya.
Ternyata, sumber ledakan itu berasal dari warung dekat rumah mantan Kades Larangan Slampar Mustahep.
Saat tiba di lokasi, Ahmad sudah melihat banyak warga yang datang ke sumber suara ledakan.
Sedangkan di sisi belakang warung, terlihat seorang korban sudah berlumur darah.
Lelaki yang terkapar di tanah itu adalah Ahmad Ainul Yakin, 30. Korban segera dievakuasi ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan untuk mendapatkan pertolongan medis.
”Bagian kaki itu sepertinya yang paling parah,” ucap Ahmad.
Sesaat setelah ledakan, polisi datang ke lokasi. Petugas langsung memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Sebab, jumlah masyarakat yang datang juga semakin banyak. Petugas pemadam kebakaran juga disiagakan.
Proses olah TKP memakan waktu yang cukup lama. Bahkan, Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan juga terlihat memantau langsung lokasi ledakan.
Berdasar keterangan warga, warung tersebut milik mantan Kades Larangan Slampar Mustahep yang digunakan orang lain untuk berjualan.
Namun, pedagang yang menempati sudah lama berhenti berjualan karena merugi.
Akibat kejadian ledakan tersebut, Mustahep langsung dibawa polisi ke Polres Pamekasan untuk dimintai keterangan.
Polisi juga menggali keterangan lebih lanjut mengenai bom molotov yang berada di warung miliknya tersebut.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, ledakan yang menghebohkan warga tersebut terjadi sekitar pukul 11.00.
Pihaknya membenarkan bahwa bangunan semipermanen itu milik Mustahep.
”Untuk korban masih dirawat di RSUD Smart Pamekasan. Sementara terkait sumber ledakan masih dalam proses penyelidikan petugas. Kami juga telah mendatangkan tim dari Batalyon D Satbrimob Polda Jawa Timur,” tutur Doni.
Polisi dengan pangkat tiga balok emas itu juga belum membeberkan barang bukti (BB) yang diamankan dari sekitar lokasi kejadian.
Pihaknya meminta publik bersabar menunggu hasil dari proses penyelidikan.
”Dugaan sementara, jenis bom low explosive atau bahan peledak yang tergolong rendah. Tetapi, untuk kepastiannya kami masih perlu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (afg/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti