Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menteri PAN-RB dan Ketua Banggar DPR RI Kunjungi IAIN Madura, Dorong Percepatan Alih Status Menjadi UIN

Hera Marylia Damayanti • Senin, 29 Juli 2024 | 13:20 WIB
BANGUN SEMANGAT: Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dan Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah berfoto bersama dengan civitas academica IAIN Madura, Sabtu (27/7). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BANGUN SEMANGAT: Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dan Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah berfoto bersama dengan civitas academica IAIN Madura, Sabtu (27/7). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Upaya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi semakin terbuka lebar. Alih status menjadi UIN Madura segera terealisasi.

Kepastian perubahan status itu usai IAIN Madura menerima visitasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas dan Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah.

Dua tokoh nasional tersebut mendukung alih status menjadi UIN Madura.

Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd mengatakan, sebagian proses dan persyaratan untuk rencana alih status perguruan tinggi sudah dilakukan.

Saat ini pihaknya tinggal menunggu surat keputusan (SK) menjadi UIN Madura.

”Dengan alih status, kami berharap kampus bisa memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat di Madura dan Indonesia pada umumnya. Tentunya, dengan komitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, ada tiga komponen dasar yang diinginkan kampus dalam rangka memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat.

Pertama, konsep taneyan yang mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama.

”Untuk pemuliaan cara beragama yang moderat, cara pandang taneyan menjadi kerangka dasar untuk membangun sebuah kultur akademik yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Kedua, perhatian kuat terhadap ekososio maritim untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura.

Saiful menegaskan, peningkatan status kampus itu memiliki perhatian yang sangat kuat terkait aspek tersebut.

”Kami ingin menjadikan laut sebagai matra pengembangan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Kita tahu bahwa Madura juga kaya akan obat-obatan sebagai potensi lokal. Kekayaan itu diharapkan bisa diimplementasikan dengan teknologi yang kuat dan tepat guna,” harapnya.

Ketiga, aspek kemajuan teknologi informasi. Dalam hal ini, Saiful juga berkeinginan agar platform digitalisasi menjadi upaya-upaya yang dikuatkan untuk memberikan kontribusi dalam dinamika kehidupan masyarakat.

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas menilai Madura memiliki ciri khas dan potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal.

Mulai dari aspek pendidikan, ekonomi, pengembangan teknologi, dan lainnya.

Karena itu, dengan berubahnya status kampus, diharapkan bisa membawa dampak perubahan yang lebih luas.

”Semoga nantinya UIN Madura ini bisa menjadi salah satu kampus rujukan di Jawa Timur,” terang menteri kelahiran Banyuwangi itu.

Sementara Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah juga akan membantu proses alih status IAIN Madura menjadi UIN Madura.

Utamanya dari aspek anggaran. Khusus untuk pembangunan kampus, Said akan berjuang melalui program reses.

”Mudah-mudahan Madura menjadi pusat pendidikan di Jawa Timur. Tetapi, yang perlu diingat bagi kita semua adalah, jangan pernah meninggalkan akhlak dan etika,” pungkas politikus asal Sumenep itu. (afg/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#konsep taneyan #iain madura #MH Said Abdullah #UIN Madura #menteri pan-rb #banggar dpr ri #alih status