PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan terpaksa menggeser anggaran mamin petugas pelayanan sebesar Rp 159 juta untuk program lain.
Untuk itu, inspektorat minta mamin untuk petugas pelayanan ditiadakan atau tidak perlu direalisasikan.
”Kebetulan ada tiga printer untuk pencetakan e-KTP, jadi nanti nambah satu unit di perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Sekretaris Disdukcapil Pamekasan Hafiludin.
Menurut dia, pengadaan printer e-KTP dilakukan untuk menunjang pencetakan e-KTP.
Jumlah warga yang melakukan perekaman e-KTP berkisar 80 hingga 100 orang per hari.
”Dengan adanya pengadaan printer baru, nanti diharapkan bisa mempercepat pelayanan pembuatan e-KTP,” ucapnya.
Hafil berharap, pengadaan printer e-KTP di PAK nanti bisa terealisasi sesuai ketentuan.
Dia komitmen institusinya akan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. ”Kami akan memberikan pelayanan terbaik,” tegas Hafil.
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur mengungkapkan, selain melakukan pembaruan fasilitas, disdukcapil juga harus memberikan pelayanan terbaik.
”Harus menggencarkan sosialisasi pembuatan e-KTP kepada publik,” pungkasnya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti