PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari pusat untuk proyek sanitasi rumah tangga.
Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 6.578.000.000 dan tersebar di 16 lokasi (lihat grafis). Namun, sampai saat ini belum dikerjakan.
Kepala DPRKP Pamekasan Muharram mengatakan, semula pengerjaan proyek fisik tersebut dijadwalkan dimulai pada pertengahan Juli.
Namun karena material belum tersedia, maka belum dikerjakan sampai saat ini.
”Kemungkinan minggu keempat, intinya bulan ini sudah ada pergerakan (material) untuk menunjang pengerjaan proyek tersebut,” ucapnya.
Menurut dia, penerima bantuan proyek sanitasi rumah tangga tersebut adalah mereka yang berdomisili di lokus stunting dan membutuhkan fasilitas air bersih.
Jumlah penerima bantuan di setiap desa berkisar 57–58 kepala keluarga (KK).
Untuk ukuran bangunan sanitasi yang akan dibangun rata-rata berkisar 1,5 meter x 1,5 meter.
Sesuai usulan dari pemerintah desa (pemdes), penerima bantuan tersebut adalah warga yang belum memiliki tempat mandi, cuci, kakus (MCK).
”Jadi, yang belum terpilih tahun ini bisa diusulkan kembali di masa mendatang,” tegas Muharram.
Muharram berharap, proyek tersebut bisa segera direalisasikan pada tahun ini.
Sehingga, manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh para penerima bantuan proyek sanitasi rumah tangga.
”Program ini digagas pemerintah pusat untuk mengurangi angka stunting,” terangnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam berharap pengerjaan proyek sanitasi rumah tangga tersebut bisa segera direalisasikan.
”Kalau memang (dikerjakan) bulan ini alhamdulillah. Kerjakan sekarang mumpung waktunya masih banyak, jangan mepet akhir tahun,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta