Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Angka Penurunan Kemiskinan Jatim Tertinggi di Pulau Jawa 

Fatmasari Margaretta • Kamis, 4 Juli 2024 | 15:10 WIB
BAKORWIL PAMEKASAN
BAKORWIL PAMEKASAN

SURABAYA, RadarMadura.id – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, Jawa Timur  (Jatim) berhasil mencatatkan sejarah perihal angka kemiskinan yang mencapai satu digit, yakni 9,79 persen.

Dengan capaian tersebut, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dan sinergi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota hingga desa serta kelurahan dan seluruh stakeholder.

Adhy mengungkapkan, angka kemiskinan periode Maret 2024 turun senilai 0,56 persen poin dari periode Maret 2023 sebesar 10,35 persen.

Itu menjadi persentase penurunan kemiskinan tertinggi secara nasional.

”Alhamdulillah, akhirnya angka kemiskinan Jatim tembus satu digit. Dan, ini menjadi penurunan tertinggi secara nasional dan berkontribusi 30,34 persen terhadap penurunan kemiskinan nasional,” ungkapnya.

Pada 2020, persentase kemiskinan Jatim sebesar 11,09 persen. Lalu, naik menjadi 11,4 persen di 2021.

Kemudian, turun 10,38 persen di 2022 menjadi 10,35 persen 2023, dan Maret 2024 turun signifikan menjadi 9,79 persen.

Adhy menuturkan, Jatim juga menjadi provinsi yang tertinggi menurunkan angka kemiskinan di seluruh Pulau Jawa.

Sebab, Jawa Tengah dari 10,77 persen pada periode Maret 2023 menjadi 10,47 persen di tahun ini, lalu di Jawa Barat 7,46 persen.

Dengan begitu, hal itu patut disyukuri karena beberapa program yang dijalankan Pemprov Jatim bisa membuat angka kemiskinan turun secara signifikan.

”Ke depan, kami optimistis angka kemiskinan Jatim tidak hanya turun satu digit, tapi mampu menghilangkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur,” terang Adhy.

Adhy menyebut capaian penurunan angka kemiskinan ini melalui program Jatim Sejahtera dan Mulia (Jatim Satya) yang terdapat tiga strategi di dalamnya.

Di antaranya, memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran berupa PKH plus.

Lalu, meningkatkan pendapatan berupa program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) dan mengurangi wilayah kantong-kantong kemiskinan berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Target menurunkan angka kemiskinan berdasarkan patokan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) kemiskinan Jatim 2025 sebesar 9,4 sampai 8,9 persen.

Itu bisa terwujud karena program masih harus diselesaikan hingga Desember 2024.

”Tahun mendatang memulai dengan program baru, tapi desainnya mulai terlihat. Kami optimistis mampu meraih target kemiskinan RPJPD pada 2025 karena pergerakan kami semakin bagus,” pungkasnya. (ail/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#strategi #rehabilitasi #pemprov jatim #program #rumah tak layak huni #Optimistis #angka kemiskinan #siginifikan #Jatim Puspa #Pembangunan