PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pasang surut jumlah aparatur sipil negara (ASN) terjadi setiap tahun. Tiap tahun pasti ada yang purnatugas.
Pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan dengan melakukan rekrutmen.
Jumlah ASN di Pamekasan yang akan pensiun tahun ini 385 orang. Enam di antaranya atas permintaan sendiri (APS). Penyebab utama karena masalah kesehatan dan masalah lain.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Saudi Rahman mengatakan, setiap tahun memang ada ASN yang pensiun.
Namun, saat ini lebih sedikit dibanding 2023 yang 470 orang.
Untuk pensiun tahun ini lebih didominasi batas usia pensiun (BUP) dengan total 358 orang. Lalu, meninggal dunia (MD) ada 21 ASN dan APS ada enam.
Selama Januari hingga Juni ini sudah ada enam orang yang pensiun.
Menurutnya, banyaknya ASN yang pensiun tentu berdampak buruk terhadap beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam rangka mengatasi kekosongan hal itu, maka dilakukan perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
”Syukur selama tahun ini yang pensiun tidak ada yang kepala OPD,” terang Saudi.
Saudi menegaskan, bagi OPD yang pegawainya pensiun tahun ini jangan sampai kinerjanya memburuk.
Sehingga, berdampak terhadap pelayanan-pelayanan dan beberapa program kerja yang sudah dicanangkan.
”Harus tetap saling bersinergi, itu harapan kami,” ujar Saudi.
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur mengingatkan, ASN harus lebih meningkatkan kinerja. Posisi-posisi yang kosong harus segera diisi.
”Jangan sampai program-program yang sudah dicanangkan terbengkalai begitu saja,” harapnya. (ail/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta