PAMEKASAN, RadarMadura.id – Akreditasi laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan dipastikan terlaksana tahun 2025.
Untuk merealisasikan hal itu, ada 10 pelatihan yang harus digelar. Faktanya, saat ini baru ada lima yang belum diselenggarakan.
Sekretaris DLH Pamekasan Subaidi C mengatakan, lima pelatihan tersebut belum digelar karena terkendala sarana dan prasarana (sarpras).
Namun, pihaknya memastikan lima pelatihan itu akan tuntas terselenggara tahun ini.
”Saya kurang paham (lima pelatihan itu) apa saja. Intinya berhubungan dengan beberapa alat dan bahan untuk laboratorium. Tapi, sampai sekarang belum ada,” katanya.
Dijelaskan, ada 10 jenis pelatihan yang wajib diikuti oleh SDM laboratorium.
Di antaranya, Permen LH P/23/2020, verifikasi dan validasi metode, jaminan mutu pengujian, audit internal, dan kaji ulang manajemen, serta ketidakpastian pengujian.
Kemudian, pelatihan teknik pengujian, dokumentasi sistem mutu, dan pelatihan uji profisiensi.
”Sedangkan untuk dokumen mutu dan pelatihan pengambilan sampel sudah digelar pada 2023,” ujar Subaidi.
Ditambahkan, pengajuan akreditasi laboratorium DLH tersebut akan dilakukan pada 2025 mendatang.
”Total anggarannya Rp 416 juta. Perinciannya, untuk alat senilai Rp 150 juta, bahan-bahan Rp 170 juta, dan pelatihan Rp 96 juta,” kata Subaidi.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam sangat mendukung akreditasi laboratorium DLH tersebut.
Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan uji lab lingkungan di Pamekasan. ”Nanti juga menjadi penyumbang PAD,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta