PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan saat ini menaungi 21 puskesmas. Apabila fasilitas kesehatan (faskes) tersebut kekurangan dana, maka dinkes akan mengeluarkan anggaran untuk menutupi kekurangan tersebut.
Contohnya, belanja obat-obatan yang dianggarkan sebanyak Rp 1,8 miliar dan belanja pengadaan bahan medis habis pakai Rp 2,8 miliar.
”Obat-obatan dan barang medis habis pakai itu nantinya akan didistribusikan ke seluruh puskesmas di Pamekasan,” ucap Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin.
Menurut dia, belanja obat-obatan dan belanja pengadaan bahan medis habis pakai tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat. Sehingga, bisa segera digunakan oleh tenaga kesehatan (nakes).
”Obat-obatan dan bahan medis habis pakai itu sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelayanan di faskes,” tuturnya.
Dijelaskan, sangat wajar jika belanja obat-obatan dan bahan medis habis pakai tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar.
”Sebab, jumlah puskesmas di Pamekasan sebanyak 21 unit dan tersebar di 13 kecamatan,” terang Saifudin.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menuturkan, belanja obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang menghabiskan anggaran miliaran tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
”Segera direalisasikan agar bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta