Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bakorwil IV Pamekasan Cetuskan Berbagai Inovasi, Program KorPaPanTeS hingga Meja Talenta

Fatmasari Margaretta • Jumat, 7 Juni 2024 | 16:00 WIB

 

MILENIAL: Bakorwil IV Pamekasan saat mengadakan kegiatan Meja Talenta di ruangan EJSC Pamekasan. (BAKORWIL UNTUK JPRM)
MILENIAL: Bakorwil IV Pamekasan saat mengadakan kegiatan Meja Talenta di ruangan EJSC Pamekasan. (BAKORWIL UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Provinsi Jawa Timur di Pamekasan mencetuskan berbagai inovasi.

Baik dari sektor kemasyarakatan, lingkungan, kesejahteraan petani, dan pembudi daya garam, teknologi, kebencanaan hingga pengembangan minat siswa.

Di antara berbagai program yang digalakkan Bakorwil IV yaitu Mitigasi Bencana dan Simulasi Bencana.

Kemudian, Bakorwil Pamekasan Parembagan Taretan Sasarengngan (KorPaPanTeS) melalui media podcast siaran langsung di kanal YouTube.

Selain itu, Milenial Belajar Digital dan Entrepeneur (Meja Talenta) melalui Goes to School, mastering class, dan millenial job center.

Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini mengatakan, program mitigasi dan simulasi bencana perlu disosialisasikan karena Madura juga rawan bencana longsor, banjir, kebakaran, cuaca ekstrem hingga gempa bumi.

Karena itu, untuk memberikan pemahaman, kegiatan itu digelar dengan menyasar pegawai Bakorwil IV.

Banjir dan kekeringan yang menjadi bencana setiap tahun di Madura harus diantisipasi.

Penanganan banjir dan bencana lain tidak hanya dilakukan satu instansi. Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi peduli lingkungan.

Hasil pengecekan Bakorwil IV, pada awal 2024 ini belum ada penurunan debit air sungai di Madura.

Pemantauan dilakukan terutama ketika memasuki musim penghujan. Biasanya wilayah Blega menjadi daerah langganan banjir. ”Stop membuang sampah di sungai,” ajaknya.

Di Jawa Timur, ada 47 TPA yang perlu dilakukan pengolahan sampah untuk menjadi pupuk organik.

PROGRES: Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini (tengah) berfoto bersama undangan podcast di program KorPaPanTeS.
PROGRES: Kepala Bakorwil IV Pamekasan Sufi Agustini (tengah) berfoto bersama undangan podcast di program KorPaPanTeS.

Saat ini 60 persen sampah dominan diolah menjadi pupuk organik sehingga masyarakat lambat laun akan mengurangi menggunakan pupuk kimia.

Tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Jawa Timur mengusulkan 2.418.491 ton pupuk bersubsidi, tapi hanya mendapatkan 963.847 ton atau 39,85 persen.

Perinciannya, urea 52,71 persen dan 29,32 persen NPK dari usulan. Dengan demikian, masih kurang 1.454.844 ton.

Untuk mencukupi kebutuhan, petani harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya lebih tinggi atau menyediakan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri.

”Semua ini saling berkesinambungan antara menjaga lingkungan yang juga ujung-ujungnya kembali ke masyarakat juga,” tutur Sufi.

Podcast kanal YouTube Bakorwil IV Pamekasan juga mengusung tema Legalisasi Sertifikat Halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH) di Pamekasan.

Populasi sapi potong di Madura 1.056.032 ekor pada 2023. Jutaan sapi itu tersebar di Sampang 246.753 ekor, Bangkalan 235.001 ekor, Sumenep 381.104 ekor, dan Pamekasan 193.192 ekor.

Jumlah RPH di empat kabupaten ada 24. Di Bangkalan sembilan. Kemudian Sampang, Pamekasan, dan Sumenep hanya lima tempat RPH.

Dari sekian RPH, hanya empat yang sudah mengantongi nomor kontrol veteriner (NKV). Sedangkan yang sudah berlabel halal hanya dua lokasi di Sumenep.

Bakrowil IV Pamekasan menaruh perhatian untuk mengatasi hal itu. ”Dengan berkoordinasi bersama dinas terkait serta Dinas Peternakan (Disnak) Jatim,” terang Sufi Agustini. (ail/luq)

 

Editor : Fatmasari Margaretta
#musim penghujan #pupuk kimia #garam #podcast #cuaca ekstrem #kebencanaan #pupuk organik #inovasi #Bakorwil IV Pamekasan #ban #kanal YouTube #peduli lingkungan