PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pamekasan berencana belanja alat berat.
Anggaran yang dibutuhkan diprediksi Rp 4,5 miliar. Namun, rencana tersebut gagal karena tidak ter-cover dalam APBD 2024.
Kepala DPUPR Pamekasan Amin Jabir mengatakan, pihaknya memiliki sembilan alat berat.
Di antaranya, berupa ekskavator, alat pemadatan tanah (Bomag), dan alar berat lainnya.
Rencananya, tahun ini akan menambah dua kendaraan alat berat seperti ekskavator dan dump truck.
Dia menyebut, diprediksi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 miliar untuk pengadaan dua kendaraan tersebut. ”Itu harga perkiraan kami,” ujarnya
Jabir mengutarakan, rencana tersebut tidak bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Sebab, pihaknya lamban mengusulkan rencana pengadaan alat berat tersebut sehingga tidak ter-cover dalam APBD 2024.
”Kami memaklumi karena anggaran yang dimiliki pemkab sedikit,” tuturnya.
Menurutnya, instansinya sangat membutuhkan alat berat tersebut untuk kegiatan normalisasi dan pengaspalan jalan.
Karena itu, pihaknya akan berupaya mengusulkan lagi pada perubahan anggaran keuangan (PAK).
”Kami berharap pengadaan alat berat ini bisa terelisasi tahun ini karena kami akan melakukan kegiatan normalisasi sungai di dua lokasi,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam menilai keberadaan alat berat cukup penting. Namun, dia meminta DPUPR cermat dalam melakukan pengadaan alat berat.
”Jadi, jangan hanya melakukan pengadaan, khawatir nanti alatnya tidak terpakai,” tukasnya. (ail/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta