PAMEKASAN, RadarMadura.id – CV Jawara Internasional Djaya Pamekasan menggelar lomba musik daul se-Madura 2024. Kompetisi itu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mewadahi para pelaku seni di Pulau Garam.
Event musik perdana yang digelar perusahaan rokok ternama itu disambut baik oleh sejumlah pihak. Tak terkecuali, bagi musisi tradisional. Sebanyak 13 tim musik daul di Madura ikut serta dalam memeriahkan ajang tersebut.
Saat grand opening pada Jumat (17/5) malam, ratusan warga memadati lokasi di Lapangan Voli Jawara di Desa Larangan Badung, Kecamatan Larangan Pamekasan. Masyarakat yang menonton juga disuguhi dengan puluhan stan UMKM.
Baca Juga: CV Jawara Internasional Djaya Santuni Anak Yatim dan Salurkan THR Karyawan
Owner CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto mengaku ingin mengapresiasi pelaku seni di Madura. Tujuannya, agar mereka bisa lebih termotivasi dalam mengembangkan seni musik daul.
”CV Jawara Internasional Djaya ingin mengawali event yang sepertinya baru pertama kali digelar di Pamekasan. Selama ini, belum ada inisiatif untuk mewadahi kegiatan musik tradisional,” terang Alfian.
Selain untuk mewadahi kegiatan pelaku seni di Madura, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu juga mendorong pemuda agar tidak terjun ke kegiatan yang negatif. Sehingga, bisa fokus pada hal positif.
Baca Juga: 43 Tim Futsal Pamekasan Semarakkan Jawara Cup
Dalam gelaran musik daul itu, panitia membagi babak penyisihan selama dua hari. Yaitu, pada Jumat (17/5) hingga Sabtu (18/5). Dari 13 tim, panitia akan memilih tiga terbaik untuk ditampilkan pada Sabtu (25/5).
”Nanti tidak hanya musik daul saja yang akan kita wadahi. Tim internal kami akan menyisir kegiatan apa yang sekiranya masih belum terjamah oleh pemerintah daerah,” tutur pria yang karib disapa Alfian itu. (afg/dry)
Editor : Hendriyanto