PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pasar menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab Pamekasan.
Karena itu, pada tahun ini dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dibebani target Rp 3,4 miliar.
Kabid Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi mengatakan, agar target tersebut bisa tercapai, pihaknya akan mengandalkan setoran dari 13 pasar yang ada di Kota Gerbang Salam.
”Insyaallah tahun ini bisa tercapai. Yang penting tidak ada yang main-main,” ucapnya.
Dia mengeklaim, hingga saat ini realisasi PAD sudah mencapai 30,23 persen atau Rp 1,042 miliar.
Ke depan, Disperindag Pamekasan akan terus mengoptimalkan pendapatan belasan pasar binaannya.
”Dari belasan pasar tersebut, ada dua yang menonjol setoran PAD-nya. Yakni, Pasar 17 Agustus dan Pasar Keppo. Setoran retribusi Pasar Keppo tertinggi karena sepekan dua kali ada pasar hewan. Kalau Pasar 17 Agustus setorannya besar karena menjadi pasar pengganti Kolpajung,” ulas Handiko Bayuadi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim mengatakan, pembayaran retribusi menggunakan digital menjadi solusi terbaik untuk meminimalkan kebocoran PAD.
”Namun, jangan hanya fokus ke digitalisasi. Dinas terkait harus bisa mencapai target dengan beberapa cara,” ingatnya. (ail/yan)