PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pegawai Diskop UKM dan Naker Pamekasan terlihat kelimpungan saat anggota DPRD Pamekasan menggelar inspeksi mendadak (sidak) Senin (6/5).
Sidak ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta izin untuk bertemu dengan pimpinan OPD. Sayangnya, Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Muttaqin tak ada di lokasi.
Harun hanya ditemui Sekretaris Diskop UKM dan Naker Pamekasan Vendy Christyawan dan pegawai bagian perencanaan.
”Kami punya temuan mengenai anggaran belanja kepegawaian yang tidak sinkron dengan kondisi di lapangan. Jumlah di perencanaan itu tidak masuk akal. Sehingga, perlu untuk kita koreksi bersama,” ujar Harun seusai melakukan sidak.
Dia membeberkan, Diskop UKM dan Naker Pamekasan masih menganggarkan belanja pegawai yang sudah tidak bekerja.
Dewan memberi waktu selama satu minggu bagi eksekutif untuk bisa menjelaskan secara rinci terkait temuan ini.
”Itu karena pimpinan OPD-nya tidak ada di lokasi saat kami berniat untuk memberikan evaluasi,” sambungnya.
Sekretaris Diskop UKM dan Naker Pamekasan Vendy Christyawan tidak banyak berkomentar.
Dia mengaku bahwa terdapat pegawai yang sudah pindah tugas, tapi sistem penganggaran gaji masih melekat di instansinya.
”Jadi, itu sebetulnya bukan temuan, melainkan hanya masalah administrasi di bagian tim penganggaran,” katanya
”Kebetulan ada pegawai yang sudah pindah, tapi belum mengurus pemindahan gaji. Sepertinya hal itu tidak melanggar,” tuturnya. (afg/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta