Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Faktor Cuaca, Produksi Beras Tahun Ini di Pamekasan Menurun Drastis

Fatmasari Margaretta • Rabu, 1 Mei 2024 | 16:10 WIB
HASIL: Warga Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, melakukan perontokan gabah dari malainya, Selasa (30/4). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
HASIL: Warga Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, melakukan perontokan gabah dari malainya, Selasa (30/4). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASANRadarMadura.id – Produksi padi di wilayah Kabupaten Pamekasan mengalami penurunan yang sangat drastis. Pada Januari–April 2024 hanya terdata 77.360 ton.

Sedangkan pada Januari hingga April 2023 terkumpul 104.559 ton. Jumlah tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan.

Tidak hanya itu, untuk hasil produksi beras juga mengalami penyusutan. Pada Januari–April 2023 terdata 60.398 ton dan pada 2024 di bulan yang sama hanya berjumlah 44.669.

Plt Kepala  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito menjelaskan, pada 2024 kali ini menargetkan 169.217 ton produksi padi.

Sementara untuk musim tanam (MT) satu kali ini diklaim sudah mencapai 100 ribuan ton lebih.

Namun, data pasti, pihaknya masih menunggu verifikasi dan validasi (verval) dari Pemprov Jatim untuk penetapan data hasil produksi padi kali ini. DKPP Pamekasan memastikan pada 2024 ada peningkatan dari tahun lalu.

”Selain karena cuaca, para petani mulai banyak yang menggunakan padi jenis hibrida yang hasilnya dinilai bagus serta tahan terhadap hama,” ungkapnya.

Nolo menyampaikan, untuk penanaman padi di MT satu ini dilakukan sejak Desember 2023 sampai April 2024.

Menurutnya, seharusnya hasil verval tersebut bisa keluar pada Februari atau Maret. Namun, pihaknya tidak tahu-menahu perihal keterlambatan hal tersebut.

Dia mengungkapkan, untuk hasil produksi tanam tersebut sangat penting sebagai acuan ke depan, baik peningkatan atau penurunannya. Serta untuk evaluasi bagi para petugas di lapangan.

”Pembinaan dan sosialisasi terus kami gencarkan untuk hasil produksi. Meskipun hanya sebagian yang melakukan penanaman kembali untuk jenis tanaman padi, karena untuk selanjutnya para petani mau menanam tembakau,” terang Nolo. (ail/sin)

Editor : Fatmasari Margaretta
#beras #hama #Penyusutan #cuaca #pamekasan #bps #Hibrida #padi #masa tanam #evaluasi