Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lima Bangunan Rata dengan Tanah, Kebakaran di Bandaran Muncul dari Gudang Mebel

Fatmasari Margaretta • Minggu, 28 April 2024 | 14:30 WIB
HANGUS: Asap keluar dari reruntuhan gudang dan rumah Munasib yang terbakar di Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jumat (28/4) malam. (ANIS BILLAH/JPRM)
HANGUS: Asap keluar dari reruntuhan gudang dan rumah Munasib yang terbakar di Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jumat (28/4) malam. (ANIS BILLAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Asap masih terlihat dari reruntuhan gudang mebel milik Munasib di, Dusun Nagger, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Sabtu (27/4) pagi.

Sejumlah pengendara menepi melihat arang yang masih mengeluarkan asap dari tepi jalan raya.

Munasib dan keluarganya sedang merapikan barang-barang yang berhasil diselamatkan saat api sedang membakar gudang dan dua rumahnya.

Selain itu, rumah saudaranya yakni Subaidah dan Romlah juga dilalap si jago merah sekitar pukul 23.30, Jumat (26/4).

Munasib mengutarakan, ada empat rumah dan satu gudang mebel yang terbakar.

Semua bangunan yang terbakar rata dengan tanah. Kecuali satu rumah miliknya, bangunannya tinggal separo yang tidak terbakar.

Pria 45 tahun itu mengungkapkan, api muncul dari gudang mebel berukuran 30 x 9 meter itu. Kemudian, api merembet ke empat rumah yang berdempetan dengan gudang.

”Saya tidak ingat betul karena sudah malam,” ungkapnya.

Munasib menduga, penyebab kebakaran akibat korsleting listrik dari gudang mebel yang sudah 20 tahun berdiri itu.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 20 juta. Munasib tidak menyangka kejadian ini akan menimpa dirinya.

”Saya ikhlas menerima ujian ini. Semoga saya mampu melewati cobaan ini,” harapnya.

Kapolsek Tlanakan AKP Junairi Tirto Admojo menjelaskan, orang pertama yang melihat api di gudang mebel yakni Ali, anak Munasib sekitar pukul 23.30.

Lalu, Ali memberitahu ayahnya. Percikan api juga diketahui pengendara motor, Juhari.

Mereka langsung bergegas memadamkan api dengan alat seadanya. Kobaran api sulit dipadamkan karena material kayu di gudang banyak.

Karena itu, keluarga Munasib membantu mengeluarkan barang-barang berharga dan kendaraan yang ada di gudang dan rumah.

”Api tetap tidak bisa dipadamkan sampai melalap rumah yang berjejer menghadap selatan. Sekitar pukul 01.00, mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api,” jelasnya.

Junairi menyampaikan, api bisa dipadamkan setengah jam setelah kedatangan mobil damkar.

Menurutnya, api padam saat mulai melalap rumah ketiga dari timur. Sedangkan dua rumah dan gudang yang terbakar rata dengan tanah.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini penyebab kebakaran belum diketahui,” tukasnya. (ail/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#material #membakar #mebel #kebakaran #korsleting listrik #pamekasan #api #kayu #rata dengan tanah #bangunan #terbakar #rumah