PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sekretaris desa (Sekdes) Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, berinisial J memilih mengundurkan diri, Kamis (11/4).
Itu setelah istrinya, E (inisial), memergokinya selingkuh dengan perempuan lain berinisial F, Senin (8/4).
Mirisnya, perselingkuhan tersebut terjadi di rumah J dalam momen bulan puasa sekitar pukul 14.00. Saat itu, E curiga karena ada motor yang diparkir di samping garasi mobil.
Lantaran curiga, E meminta bantuan ibu mertuanya untuk memeriksa isi rumah tersebut. ”Ibu menggedor pintu karena terkunci dari dalam. Sementara saya menunggu di dekat jendela rumah,” tutur E.
Tiba-tiba F keluar lewat jendela. Perempuan yang mengenakan jilbab hitam itu kebingungan saat aksinya kepergok oleh E, istri sah J. Kepada E, F beralasan bahwa dirinya disuruh J untuk datang ke rumahnya.
J dan F merupakan rekan satu kantor. Keduanya sama-sama bertugas di kantor Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu.
Selain itu, F diketahui sudah memiliki suami dan memiliki dua anak. Begitu pula dengan J, yang mempunyai dua buah hati hasil pernikahan dengan E.
Pj Kepala Desa Pademawu Barat Abu Sidik membenarkan kejadian tersebut. Dia juga tidak menampik bahwa J sudah mundur dari jabatannya. Surat pengunduran diri itu diterima pada Kamis (11/4) malam.
Dia mengungkapkan, istri J melaporkan dugaan perzinaan itu ke Polres Pamekasan, Kamis (11/4). Hal itu tertuang dalam laporan polisi bernomor STTLPM/169/Satreskrim/IV/2024/SPKT/Polres Pamekasan.
”Jadi, dia (J) hanya menunggu surat keputusan (SK) pemberhentian dari camat,” ungkap Abu Sidik pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Abu Sidik memaparkan, saat ini laporan tersebut sudah dicabut. Namun, pihaknya tetap akan memberikan sanksi kepada dua anak buahnya itu. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut terkait langkah yang akan diambil atas kejadian tersebut.
”Masalah ini juga telah disepakati akan diselesaikan secara kekeluargaan,” paparnya.
Terpisah, Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto membenarkan laporan dari warga Pademawu Barat itu.
Namun, dia belum memastikan terkait pencabutan laporan dari pihak pelapor. ”Saya belum cek,” jawabnya singkat. (afg/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta