PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Pamekasan semula berjalan seperti biasa Rabu (3/4).
Siswa dan guru memulai aktivitas belajar dengan suasana tenang. Namun, suara riuh mulai terdengar sekitar pukul 07.30. Sekolah di Jalan Pramuka itu berubah penuh duka.
Duka itu mengiringi meninggalnya guru matematika Purnamawati karena kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Purnamawati yang mengendarai motor Honda Beat M 4342 AI tertabrak microbus AE 7292 NA saat hendak berbelok menuju SMAN 1 Pamekasan.
Nyawa guru aparatur sipil negara (ASN) itu tidak terselamatkan meski sempat dirujuk ke rumah sakit (RS).
”Awalnya, kelas seperti biasa. Tiba-tiba mendapat kabar bahwa Ibu Purnamawati mengalami kecelakaan. Sontak banyak yang langsung menangis,” ujar siswa SMAN 1 Pamekasan Sigit Widyo Adicandra.
Dyo awalnya tidak tahu bahwa korban laka lantas itu gurunya. Padahal, dia sempat melintasi lokasi kecelakaan.
Ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) itu terburu-buru menuju sekolah. ”Posisinya (kecelakaan, Red) berada tepat di gerbang masuk menuju sekolah,” ungkapnya.
Bagi Dyo, Purnamawati merupakan sosok guru teladan. Perempuan 52 tahun asal Jalan Pintu Gerbang, Pamekasan, itu tidak pernah bosan untuk menularkan ilmu pada anak didiknya. Purnamawati juga tidak pernah pelit dalam memberikan nilai kepada siswa.
Kepergian Purnamawati juga dirasakan guru Geografi SMAN 1 Pamekasan Agus Subiyanto.
Dia merasa kehilangan atas kepergian guru yang dikenal ceria itu. Purnamawati juga dikenal begitu perhatian.
”Almarhumah memang baru sekitar dua tahun di SMAN 1 Pamekasan. Namun, kenangan bersama Ibu Purnamawati begitu banyak. Tentu, sebagai rekan tenaga pendidik, saya merasa kehilangan,” sambungnya.
Kepala SMAN 1 Pamekasan Moh. Arifin turut berduka atas kepergian salah seorang guru terbaik di sekolahnya.
Dia tercatat sebagai tenaga pengajar yang memiliki semangat besar dalam menjalankan tanggung jawab sebagai guru.
”Semoga amal ibadah almarhumah bisa diterima Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan,” tutur pria berkacamata itu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pamekasan Iptu Eddy Sugiantoro menyampaikan, laka lantas tersebut terjadi lantaran pengendara motor kurang hati-hati.
Korban tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Sehingga tertabrak microbus yang dikemudikan Imamuddin, 38, warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep. ”Pengendara melaju dari arah barat dan berbelok ke arah selatan,” terangnya.
Sejatinya Imaduddin sempat memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RS Larasati. Namun, nyawa Purnamawati tak bisa diselamatkan.
”Saat kejadian, saya langsung ke kolong mobil untuk memberikan pertolongan. Saya minta bantuan orang lain untuk turut mengevakuasi korban dengan harapan masih bisa untuk diselamatkan,” katanya.
Imamuddin mengakui bahwa korban sempat menyalakan lampu sein. Namun, lampu itu menyala sesaat sebelum kendaraan berbelok.
Akibatnya, sopir microbus tak sempat untuk menghindar sehingga terjadi kecelakaan. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti