PAMEKASAN, RadarMadura.id – Yayasan Robithoh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Ponjanan Timur, Batumarmar, Pamekasan, menaungi berbagai jenjang lembaga pendidikan.
Mulai tingkat RA, TPQ, MD, MA, termasuk pondok pesantren. Bahkan, madrasah aliyah menjadi satuan pendidikan favorit di wilayah pantura.
Awalnya madrasah yang ditempati sekarang merupakan madrasah diniyah yang hanya punya satu kelas. Untuk menampung siswa, pengelola harus memisah ruangan dengan gedek.
Madrasah diniyah tersebut merupakan madrasah pertama yang berdiri di bawah naungan Yayasa Robithoh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Ponjanan Timur.
Seiring perkembangannya, yayasan tersebut mengalami kemajuan yang signifikan. Pada 1 Juli 1995, Pengasuh Pesantren Mambaul Ulum 2 Ponjanan Timur KH Abdul Mughni Sam’an merintis lembaga madrasah aliyah (MA).
Lembaga tersebut diresmikan oleh tiga tokoh ulama besar di Pamekasan.
Yakni, RKH Abdul Hamid Mahfud selaku pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, RKH Moh. Syamsul Arifin selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, dan RKH Abdul Ghafur sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Mujtama’ Plapak.
”Sampai saat ini MA Mambaul Ulum 2 Ponjanan Timur menjadi salah satu madrasah swasta favorit di pantura. Berdirinya MA ini lebih awal dibandingkan dengan berdirinya SMPI yang kami kelola” kata Ketua Yayasan Robithoh Pondok Pesantren Mambaul Ulum R. Ahmad Mahfudz AS.
Dia menjelaskan, dirintisnya madrasah aliyah sebagai upaya untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi masyarakat sekitar.
Sebab, saat itu banyak remaja yang putus sekolah karena tidak ada lembaga pendidikan setingkat SMA sederajat di wilayah utara Pamekasan.
”Sehingga, KH Abdul Mughni Sam’an punya keinginan menghadirkan pendidikan formal lainnya setara SMA. Akhirnya lembaga MA Mambaul Ulum 2 diresmikan dengan berbagai macam unit kegiatannya,” terangnya. (sin/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta