Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kapal Setaman Terbalik, Dua ABK Hilang

Fatmasari Margaretta • Jumat, 15 Maret 2024 | 18:05 WIB
PENYISIRAN: LAILIYATUN NURIYAH/JPRM Petugas memantau perairan Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, dalam pencarian dua ABK Kapal Setaman atas nama Abduh dan Alwi, Kamis (14/3).
PENYISIRAN: LAILIYATUN NURIYAH/JPRM Petugas memantau perairan Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, dalam pencarian dua ABK Kapal Setaman atas nama Abduh dan Alwi, Kamis (14/3).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Ombak besar mengamuk di laut utara Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Kapal nelayan bernama Setaman terbalik karena diterjang gelombang. Akibatnya, dua anak buah kapal (AKB) dinyatakan hilang.

Kapal itu milik Hasin, 47, warga Dusun Karang Barat, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar. Dia berlayar bersama empat ABK untuk mencari ikan.

Pada pukul 22.30 berniat kembali ke daratan. Hasin mengarahkan kapalnya ke arah timur yang pada saat itu ombak datang dari arah barat daya.

Akibat terjangan ombak, kapal yang ditumpangi mereka terhempas hingga terbalik.

Saat itu juga Hasin berteriak memanggil-manggil ABK untuk menghiraukan kapal yang mereka tumpangi.

Teriakan Hasin hanya ditanggapi Lan, 50, warga Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar. Dengan menggunakan jeriken, Hasin dan Lan mencari tiga rekannya.

Namun, mereka hanya menemukan Mat Saleh, 65, warga Desa Batu Bintang, Kecamatan Batumarmar.

Setaman dengan ukuran 3 GT ini sudah menghadapi dua kali ombak besar. Pada terjangan ombak pertama bisa lolos. Namun, pada gelombang kedua mengakibatkan dua ABK hilang.

Mereka adalah Abduh, 50, warga Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang; dan H Alwi, 60, warga Dusun Paddeg, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

”Padahal, itu sudah 150 meter dari muara, memang mau mendarat. Tapi, ya mungkin sudah takdirnya,” jelas anggota Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan Chandra Kirana.

Kamis (14/3) pukul 02.30 pihak keluarga dibantu masyarakat melakukan pencarian terhadap Abduh dan Alwi.

Namun, belum ditemukan hingga kemarin sore. Pencarian kali ini melalui penyisiran daratan karena ombak yang besar dan tinggi tidak memungkinkan untuk turun ke laut.

Pencarian dilakukan oleh Tim SAR dari Satpolairud Polres Pamekasan, FRPB Pamekasan, Unit Intel Lanal Batuporon, dan Basarnas Pos SAR Kalianget.

Pantauan JPRM, hingga pukul 16.00 ombak di pantai Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, masih ganas. Pencarian dilakukan hingga pukul17.00.

”Pencarian kemungkinan dilanjutkan besok,” tutur Chandra. (ail/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#kapal #relawan #tim sar #abk #Pencarian 3 Pelajar Hanyut #ombak besar #laut