PAMEKASAN, RadarMadura.id – Serapan beras Bulog di wilayah Madura cukup tinggi. Hingga Selasa (20/2), beras yang terserap tertinggi di Pamekasan mencapai 243,490 kg.
Disusul Bangkalan 219,810 kg, Sampang 200,355 kg, dan Sumenep 74,500 kg.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura Uswadi mengatakan, tingginya serapan beras disebabkan stok beras masyarakat menipis.
Selain itu, saat ini belum memasuki musim panen padi sehingga permintaan beras di Pulau Garam tinggi.
”Pamekasan tertinggi serapannya karena mungkin sesuai dengan jumlah penduduk sehingga berdampak pada tingkat konsumsi,” katanya.
Menurutnya, tingginya serapan beras Bulog dinilai belum melebihi batas. Uswadi memprediksi, permintaan beras akan tinggi hingga pertengahan tahun.
Sebab, beras tersebut juga direalisasikan untuk operasi pasar atau pasar murah empat kabupaten di Madura.
Uswadi menegaskan, sejauh ini stok beras masih aman. Jika diperkirakan kurang, pihaknya mengajukan tambahan ke kantor Bulog Surabaya.
Dengan begitu, jika ada kekurangan beras di empat kabupaten Madura, bisa segera diatasi.
”Sekarang permintaan memang cukup tinggi. Kadang masyarakat yang langsung mendatangi gudang Perum Bulog,” ungkapnya.
Aisyah, warga Kelurahan Parteker mengaku terbantu dengan adanya beras Bulog. Menurutnya, harganya sesuai dengan keuangan.
”Iya, alhamdulillah sangat terbantu, terutama kalau ada pasar murah,” pungkasnya. (ail/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta