PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan Ketenagakerjaan Pamekasan harus mengeluarkan anggaran Rp 900 juta untuk membayar jasa event organizer (EO) festival yang akan digelar di Food Colony.
Event itu untuk meramaikan sentra PKL yang hingga kini masih sepi pengunjung.
Rencananya, festival tersebut akan dilakukan dua atau tiga bulan sekali.
”Rincian acaranya kami belum tahu. Kalau yang sudah pasti adalah bazar takjil Ramadan. Lain-lain akan kami rapatkan di internal,” ucap Kepala Diskop UKM dan Ketenagakerjaan Pamekasan Muttaqin.
Menurut dia, anggaran sebesar Rp 900 juta tersebut digunakan untuk membiayai tujuh sampai delapan festival di Food Colony.
Kegiatan tersebut diharapkan bisa memikat para pedagang kaki lima (PKL) Arek Lancor untuk bergabung di sentra PKL Food Colony.
"Awalnya diskop UKM dan ketenagakerjaan mencatat 180 PKL yang menempati Food Colony. Namun, tidak sampai sebulan, ratusan PKL tersebut keluar secara bertahap,” ungkap mantan camat Tlanakan itu.
Muttaqin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya agar kegiatan di Food Colony bisa ramai. Setidaknya, seperti di sentra PKL Sae Rassa yang terletak di Kelurahan Bugih.
Institusinya juga akan terus berusaha membujuk para PKL agar mau berjualan kembali di Food Colony.
”Saya juga berharap, agar PKL mau masuk ke Food Colony, dinas terkait rutin melakukan penertiban,” katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim mengatakan, program yang digagas OPD harus jelas dan ada feedback positif bagi para PKL.
Dengan begitu, warga bisa tertarik dan berminat berjualan di Food Colony.
”Untuk urusan PKL jangan saling lempar tanggung jawab. Harus bisa bersinergi dan berkoordinasi dengan baik,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta