Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Parkir Berlangganan Pamekasan Dinilai Tak Bermanfaat, Retribusi Ganda Picu Ketidakpercayaan Warga

Abdul Basri • Selasa, 6 Februari 2024 | 02:18 WIB

 

DIPARKIR: Arya Anugra Syawal menunjukkan stiker parkir berlangganan yang terpasang di kendaraannya. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
DIPARKIR: Arya Anugra Syawal menunjukkan stiker parkir berlangganan yang terpasang di kendaraannya. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program parkir berlangganan di Kota Gerbang Salam Pamekasan menuai keluhan dari masyarakat.

Ironisnya, meskipun telah berlangganan, warga tetap diminta membayar retribusi parkir saat memarkirkan kendaraannya di ruas jalan protokol.

Arya Anugra Syawal, warga Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, menjadi salah satu yang merasakan kekecewaan ini.

Setiap tahun, ia rutin membayar parkir berlangganan senilai Rp 15.000.

Namun, program tersebut seakan tidak memiliki efek, karena ia tetap harus merogoh kocek untuk parkir di area yang seharusnya sudah ditanggung oleh langganannya.

Baca Juga: Musim Hujan, BPBD Pamekasan Minta Warga Waspada Darurat Bencana dan Cuaca Ekstrem

“Setiap kali parkir di jalan protokol, saya tetap diminta membayar.

Padahal, saat membayar pajak kendaraan, secara otomatis saya sudah termasuk membayar parkir berlangganan,” keluh Arya.

Ketidakjelasan manfaat program ini juga disorot oleh Ketua Demokrasi Energi dan Aspirasi Rakyat (DEAR) Jatim, A. Faisol.

Menurutnya, permasalahan ini harus dievaluasi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Baca Juga: Abdulloh Ambil Alih Kursi Afif, Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie Berharap Kolaborasi Tetap Terjalin

“Pemkab tetap memberlakukan program ini tanpa mengkaji ulang manfaatnya bagi masyarakat. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar,” tegas Faisol.

Lebih lanjut, Faisol mendesak pemkab untuk lebih jeli dalam mengawasi realisasi program, terutama program yang tidak menunjukkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami harap pemkab segera melakukan evaluasi dan mencarikan solusi yang tepat. Jangan dibiarkan masalah ini berlarut-larut tanpa kejelasan,” tandasnya.

Baca Juga: Mencicipi Karopok Lecak, Jajanan Khas Sumenep yang Mirip Hamburger

Persoalan Pendapatan dan Kepercayaan Masyarakat

Dilema program parkir berlangganan di Pamekasan ini menghadirkan pertanyaan mendasar terkait efektivitas dan transparansi pengelolaannya.

Di satu sisi, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir.

Namun, di sisi lain, keluhan masyarakat tentang pembayaran ganda dan minimnya manfaat program ini patut menjadi perhatian serius.

Baca Juga: Kopi Arang Yogyakarta, Cara Unik Menikmati Kopi dengan Aroma yang Khas

Kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah akan semakin tergerus jika permasalahan seperti ini tidak segera dibenahi.

Pemkab Pamekasan perlu melakukan langkah-langkah konkret untuk mengevaluasi program ini, mulai dari transparansi penggunaan dana hingga merumuskan solusi yang tepat agar program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Upaya Investigasi dan Solusi Konkret

RadarMadura.id akan terus melakukan investigasi terkait program parkir berlangganan di Pamekasan ini.

Baca Juga: Harga Tiket dan Lokasi Suraloka Zoo, Kebun Binatang Baru di Jogja yang Menawarkan Berbagai Wahana Seru

Kami akan berusaha untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari berbagai pihak terkait, termasuk Pemkab Pamekasan.

Masyarakat juga diharapkan untuk aktif dalam menyampaikan keluhan dan masukan mereka terkait program ini.

Dengan demikian, diharapkan solusi yang tepat dapat segera dirumuskan dan program parkir berlangganan di Pamekasan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (bai/yan)

 

Editor : Abdul Basri
#Warga #pamekasan #parkir berlangganan #retribusi