PAMEKASAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan sudah mulai memetakan potensi bencana. Di antaranya banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, bencana tersebut berpotensi terjadi di 13 kecamatan.
Misalnya Kecamatan Pademawu, Kota Pamekasan, dan Pasean berpotensi terjadi bencana banjir. Khusus cuaca ekstrem berpotensi terjadi di seluruh kecamatan.
”Saat musim hujan seperti sekarang ini, semua bencana alam bisa saja terjadi.
Kami sudah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi hal tersebut,” katanya.
Dijelaskan, salah satu langkah antisipasi yang dilakukan BPBD Pamekasan adalah dengan membentuk tim satgas penanggulangan bencana terpadu.
Kemudian, membangun posko kebencanaan hidrometeorologi di sisi selatan Monumen Arek Lancor.
”Yang siaga di posko merupakan personel gabungan lintas instansi. Mulai dari personel BPBD dan relawan FPRB serta PCC,” tuturnya.
Dhofir mengatakan, ada beberapa alasan kenapa membangun posko di pusat kota. Salah satu alasannya, mudah dijangkau oleh masyarakat.
”Posko itu hanya dijadikan pusat pelaporan. Tapi, pelayanan yang kami berikan menyeluruh,” ungkapnya.
Apabila terjadi bencana di suatu wilayah, Dhofir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melapor kepada petugas yang ada di desa atau kecamatan.
Mantan lurah Barurambat Kota itu juga mewanti-wanti masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan.
”Kami sering melakukan sosialisasi untuk mengantisipasi bencana di tingkat desa dan juga kecamatan. Kami minta warga untuk segera melapor apabila ditemukan bencana,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi minta instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
”Sediakan nomor telepon khusus untuk menerima laporan warga. Sehingga, warga tidak perlu datang ke pos,” pungkasnya. (ail/yan)
Editor : Abdul Basri