PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dana alokasi khusus (DAK) fisik sekolah menengah pertama (SMP) belum jelas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Kabid Pembinaan SMP Dispendikbud Pamekasan Ridwan mengatakan, setiap tahun Dispendikbud Pamekasan selalu mendapat DAK fisik untuk SMP.
Tahun lalu ada 12 sekolah yang mendapatkan. Terdiri dari 9 SMP negeri dan 3 SMP swasta.
”Dari 12 sekolah tersebut mendapat anggaran sebesar Rp 12,5 miliar dan sudah terealisasi semua,” jelasnya.
Menurut Ridwan, tahun ini pihaknya belum mengetahui ada berapa jumlah sekolah yang mendapatkan dan berapa anggaran yang diberikan. Sebab, belum ada informasi ke instansinya.
”Kami belum mengetahui untuk anggaran dan jumlah sekolah yang dapat tahun ini. Biasanya bakal diketahui pada bulan empat,” ujarnya.
Ridwan memaparkan, jumlah sekolah yang mendapat DAK tersebut ditentukan pemerintah pusat. Pihaknya hanya berperan sebagai fasilitator.
”Pengajuannya sudah dilakukan oleh sekolah masing-masing melalui data pokok pendidikan (dapodik). Jika disetujui dari pusat, baru akan mendapatkan DAK itu,” ujarnya.
Dia berharap, fasilitas di sekolah dirawat dan dipelihara dengan baik. Sebab, jika sudah mendapatkan DAK, untuk mendapatkan anggaran kembali masih perlu lima tahun lagi.
”Makanya, sekolah yang sudah mendapat DAK dan pembangunannya selesai hendaknya dipelihara dengan baik dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” terangnya.
Baca Juga: Kuota Solar Subsidi untuk Nelayan di Pamekasan Tahun Ini Tak Jelas
Pihaknya berharap, tahun ini dapat lebih banyak lagi sekolah yang mendapatkan DAK tersebut. Sebab, masih ada beberapa sekolah yang memerlukan perbaikan dan belum tercakup DAK.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah mengatakan, sudah seharusnya sarpras pendidikan menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).
”Karena pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak generasi bangsa,” ujarnya. (bai/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti