PAMEKASAN, RadarMadura.id – Balai Benih Ikan (BBI) juga menjadi penyumbang retribusi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi BBI tidak mengalami kenaikan atau tetap Rp 45 juta.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Abdul Fata melalui Kabid Budi Daya Perikanan Luthfie Asy’ari mengakui, target PAD BBI sulit tercapai.
Sebab, minat masyarakat untuk membeli benih ikan di BBI sangat sulit atau hanya pada momen-momen tertentu. ”Saya tidak tahu mengapa bisa seperti itu,” ucapnya.
Menurut dia, ada delapan bibit ikan yang ada di BBI Pamekasan. Di antaranya ikan lele, patin, koi, nila, tawas, bawal, gurami, dan ikan emas.
Sedangkan harga benih ikan bervariasi mulai dari Rp 110 sampai Rp 160 per ekor. ”Kami mampunya hanya segitu,” kata Luthfie.
Dijelaskan, salah satu faktor yang memicu belum tercapainya PAD adalah minimnya anggaran pemeliharaan BBI.
Selama ini anggaran pemeliharaan BBI hanya Rp 35 juta. ”Sedangkan kebutuhan pakan bisa mencapai Rp 170 juta,” tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam menyampaikan, dinas terkait harus terus berusaha untuk mencapai target PAD retribusi BBI. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat inovasi.
”Bangun komunikasi yang baik dengan para pembudi daya yang ada di Pamekasan,” sarannya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta