PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kuota penerima bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH) setiap tahun terus menyusut.
Buktinya, pada 2023, jumlah penerimanya 349 orang dan jumlah penerima pada tahun ini turun menjadi 228 orang.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), jumlah warga yang diusulkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan pada tahun ini sekitar 1.020 orang.
”Sedangkan yang diusulkan pada 2023 sebanyak 1.500 orang,” kata Kepala DPRKP Pamekasan Muharram.
Menurutnya, untuk program RTLH memang membutuhkan biaya tambahan dari penerima. Sebab, program RTLH hanya dijadikan sebagai stimulan bagi warga yang rumahnya sudah tidak layak huni.
Baca Juga: Jokowi Ajak Tanzania Ikut Indonesia-Africa Forum II
”Anggaran setiap tahun masih sama, yaitu Rp 17.500.000. Perinciannya, Rp 15 juta untuk material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang,” jelas Muharram.
Dijelaskan, pembangunan RTLH rencananya dimulai pada Maret mendatang. Namun, apabila mengaca pada 2023, program tersebut baru direalisasikan pada Juni. Sebab, pencairan anggarannya molor.
”Total anggaran RTLH tahun ini Rp 3.990.000.000. Sedangkan anggaran pada 2023 sebesar Rp 6.107.500.000,” kata Muharram. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta