Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berkat Hobi Beternak Kelinci, Rezeki Yudha Wijayanto, Pemuda Asal Pamekasan, Kian Mengalir

Ina Herdiyana • Kamis, 25 Januari 2024 | 21:51 WIB
RUTIN: Yudha Wijayanto memberi pakan kelinci di kandangnya di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (20/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
RUTIN: Yudha Wijayanto memberi pakan kelinci di kandangnya di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (20/1). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keputusan Yudha Wijayanto beternak kelinci membawa berkah. Apalagi, dia memang menyukai hewan mamalia yang memiliki nama lain kuilu tersebut.

Berkat hobinya, rezekinya kian mengalir. Terutama, saat memelihara kelinci lokal yang sering dijadikan kelinci balap.

Tidak butuh waktu lama untuk mengunjungi peternakan kelinci milik Yudha Wijayanto.

Untuk bisa sampai ke lokasi, Jawa Pos Radar Madura (JPRM) hanya memerlukan waktu sekitar 12 menit dari pusat Kota Pamekasan.

Saat koran ini berkunjung, pemilik kelinci sedang memberikan pakan ternaknya. Yudha Wijayanto lalu mempersilakan koran ini masuk ruang tamu. Sembari menyuguhkan segelas teh, pria 26 tahun itu mulai membuka obrolan.

Yudha menuturkan, usaha ternak kelinci ditekuninya sejak 2017 atau seusai lulus kuliah.

”Sejak dulu, saya memang suka memelihara kelinci. Karena peternak kelinci saat itu masih minim, akhirnya saya mencoba untuk beternak kelinci,” katanya.

Alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mengatakan, sebagian generasi muda diakui gengsi jika menjadi peternak. Kebanyakan memilih bekerja di perkantoran.

”Salah satu alasan saya menjadi peternak kelinci, ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa untuk mendapatkan penghasilan tidak harus bekerja di perkantoran,” ujarnya.

Yudha menerangkan, saat awal-awal merintis usaha, kelinci yang dipelihara hanya 10 ekor. Kelinci lokal Madura itu dirawat di kandang berukuran 60 x 60 meter persegi.

”Karena pembelinya terus bertambah, ukuran kandang diperbesar dan saat ini mampu menampung 200 ekor,” ulasnya.

Dia menjelaskan, mayoritas kelinci yang dipeliharanya jenis kelinci lokal Madura. Sebab, kelinci tersebut banyak diminati warga dan biasa diikutkan kontes balap. Selain harganya murah, perawatannya gampang.

”Larinya kencang dan tenaganya lebih kuat daripada kelinci hias atau pedaging. Cocok dijadikan kelinci balap,” tuturnya.

Yudha memaparkan, hewan ternaknya dikirim ke empat kabupaten di Madura. ”Kelinci Madura juga dikenal sebagai ikon selain karapan sapi.

Sebab, balap kelinci itu sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan, sampai ada kejuaraan tingkat gubeng atau piala presiden,” terangnya.

Dia menambahkan, harga kelinci balap lebih mahal dibanding kelinci biasa. Sebab, kualitasnya memang beda.

Harga kelinci balap biasanya berkisar Rp 85 ribu–Rp 200 ribu. Gerakannya lebih gesit dan badannya lebih ramping,” terang Yudha. (*/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

 

Editor : Ina Herdiyana
#kelinci #pamekasan #peternak #kota gerbang salam