PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan menyiapkan anggaran Rp 600 juta untuk honor 198 operator SIKS-NG.
Namun, dana tersebut diperkirakan hanya cukup untuk membayar honor operator dalam 10 bulan.
Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengatakan, pihaknya hanya mampu membayar honor operator SIKS-NG selama 10 bulan.
Nominal honor setiap operator Rp 350 ribu per bulan. Karena itu, dia berharap pemerintah desa juga memperhatikan kinerja operator SIKS-NG tersebut.
”Seharusnya yang membayar pihak desa. Sebab, untuk menjadi operator SIKS-NG penunjukan dilakukan pemerintah desa (pemdes),” ujarnya.
Dia menyampaikan, tugas operator SIKS-NG yakni menginput data kesejahteraan sosial. Data itu menjadi rujukan dalam menentukan penerima bansos.
Operator bertanggung jawab terhadap pengusulan, verifikasi, dan validasi data masyarakat di desa.
Herman menuturkan, kerja operator SIKS-NG lebih banyak menguntungkan pihak desa.
Karena itu, dia mendorong agar pemerintah desa dan kelurahan memberikan reward atas kerja operator SIKS-NG. Mereka tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan.
Baca Juga: Pemkab Sumenep Sediakan Beasiswa Rp 1,3 Miliar, Legislatif Ingatkan Penyaluran Harus Tepat Sasaran
”Kalau diberi reward, saya yakin mereka lebih semangat dalam bekerja,” harapnya.
Herman menambahkan, jika berkaca pada 2023, operator SIKS-NG tidak mendapat honor.
Sebab, anggaran Rp 500 juta yang diajukan tidak dikabulkan karena terjadi defisit.
”Iya, tahun kemarin anggarannya defisit. Semoga tahun ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi meminta kerja para operator SIKS-NG lebih diperhatikan.
Sebab, kinerja mereka berpengaruh pada data masyarakat yang masuk pada DTKS. Jika datanya salah, bisa berpengaruh pada penyaluran bansos.
”Yang terpenting bansos harus tepat sasaran, sehingga penyaluran tidak sia-sia,” pungkasnya. (ail/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta