Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Honor 198 Operator SIKS-NG Rp 600 Juta, Dinsos Pamekasan Sebut Hanya Cukup Sepuluh Bulan

Fatmasari Margaretta • Rabu, 24 Januari 2024 | 22:16 WIB

SEDANG BEKERJA: Operator SIKS-NG Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Muzammil memperlihatkan aplikasi SIKS-NG, Selasa (23/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
SEDANG BEKERJA: Operator SIKS-NG Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Muzammil memperlihatkan aplikasi SIKS-NG, Selasa (23/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan menyiapkan anggaran Rp 600 juta untuk honor 198 operator SIKS-NG.

Namun, dana tersebut diperkirakan hanya cukup untuk membayar honor operator dalam 10 bulan.

Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengatakan, pihaknya hanya mampu membayar honor operator SIKS-NG selama 10 bulan.

Nominal honor setiap operator Rp 350 ribu per bulan. Karena itu, dia berharap pemerintah desa juga memperhatikan kinerja operator SIKS-NG tersebut.

Baca Juga: Jabatan CEO Manchester United Diisi Sosok yang Sebelumnya Bekerja untuk Manchester City, Membelotkah?

”Seharusnya yang membayar pihak desa. Sebab, untuk menjadi operator SIKS-NG penunjukan dilakukan pemerintah desa (pemdes),” ujarnya.

Dia menyampaikan, tugas operator SIKS-NG yakni menginput data kesejahteraan sosial. Data itu menjadi rujukan dalam menentukan penerima bansos.

Operator bertanggung jawab terhadap pengusulan, verifikasi, dan validasi data masyarakat di desa.

Herman menuturkan, kerja operator SIKS-NG lebih banyak menguntungkan pihak desa.

Karena itu, dia mendorong agar pemerintah desa dan kelurahan memberikan reward atas kerja operator SIKS-NG. Mereka tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Sediakan Beasiswa Rp 1,3 Miliar, Legislatif Ingatkan Penyaluran Harus Tepat Sasaran

”Kalau diberi reward, saya yakin mereka lebih semangat dalam bekerja,” harapnya.

Herman menambahkan, jika berkaca pada 2023, operator SIKS-NG tidak mendapat honor.

Sebab, anggaran Rp 500 juta yang diajukan tidak dikabulkan karena terjadi defisit.

”Iya, tahun kemarin anggarannya defisit. Semoga tahun ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi meminta kerja para operator SIKS-NG lebih diperhatikan.

Sebab, kinerja mereka berpengaruh pada data masyarakat yang masuk pada DTKS. Jika datanya salah, bisa berpengaruh pada penyaluran bansos.

”Yang terpenting bansos harus tepat sasaran, sehingga penyaluran tidak sia-sia,” pungkasnya. (ail/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#anggaran #bansos #Honor Operator #Trending #pemerintah desa #validasi data #siks ng #honor #verifikasi #data #reward