PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aplikasi digital penebusan pupuk subsidi atau iPubers belum berjalan optimal.
Sebab, saat ini masih dilakukan sosialisasi dan perbaikan pada aplikasi tersebut.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, iPubers diberlakukan bagi petani.
Saat menebus pupuk di kios, petani harus melampirkan KTP asli. Sedangkan untuk penebusan pupuk bagi kelompok tani (poktan), saat ini masih dalam proses pengusulan.
Baca Juga: Ruas Arek Lancor Alih Status Jadi Jalan Nasional, Perubahan Harus Dilakukan dengan Bijak
”Aplikasi ini dibuat untuk meminimalkan kecurangan dan potensi terjadinya pelanggaran perihal pendistribusian pupuk subsidi,” katanya.
Dijelaskan, pada Februari mendatang aplikasi tersebut diyakini sudah bisa dimanfaatkan oleh petani.
”Kita fokus pada perseorangan dulu. Yang poktan mohon bersabar,” pintanya.
Arif Cava Petani, warga Desa Bandungan, Kecamatan Pakong berpendapat, seharusnya DKPP Pamekasan memperkuat pengawasan di bawah.
Jadi, tidak hanya merujuk pada penggunaan aplikasi saat mengawasi penyaluran pupuk.
”Sebenarnya masih banyak permasalahan pupuk di bawah. Pemerintah harus memperkuat pengawasan di lapangan,” tandasnya. (ail/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta